Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Verawati Butar Butar, M.Pd., bersama Dr. Saronisa selaku Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pelayanan pembinaan rohani bagi para lanjut usia (lansia) melalui kegiatan ibadah rutin di Oikumene Primbanan, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang bertujuan menguatkan iman, menumbuhkan pengharapan, serta memberikan pendampingan spiritual bagi para lansia.
Setiap pelaksanaan ibadah, sekitar 300 hingga 350 lansia hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh sukacita. Seluruh fasilitas kegiatan disediakan secara cuma-cuma oleh keluarga almarhum Jenderal Raziman Tarigan. Setelah beliau wafat sekitar dua bulan lalu, dukungan terhadap pelayanan tersebut dilanjutkan oleh sang istri sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan rohani para lansia.
Dalam pelayanan tersebut, Verawati Butar Butar dan Saronisa bertugas sebagai pembina rohani yang memastikan ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Selain membantu jalannya ibadah sebagai moderator, keduanya juga secara bergantian menyampaikan khotbah. Pada kesempatan tertentu, mereka turut mengundang hamba Tuhan dari luar untuk memberikan penguatan rohani kepada para peserta.
Sebelum ibadah dimulai, para penyuluh bersama pendeta yang diundang terlebih dahulu melaksanakan doa bersama dan melakukan briefing singkat agar pelayanan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh jemaat lansia.
“Kami ingin para lansia tetap memiliki pengharapan di dalam Tuhan. Memasuki usia senja bukan berarti berhenti bertumbuh dalam iman, tetapi justru menjadi kesempatan untuk semakin dekat kepada Tuhan serta menjadi teladan melalui kasih, kesabaran, dan keteguhan iman,” ujar Verawati Butar Butar.
Tidak hanya mendampingi dalam kegiatan ibadah, para penyuluh juga aktif melakukan kunjungan pastoral kepada anggota lansia yang sedang sakit sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kasih. Menurut Verawati, kehadiran penyuluh agama di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memberikan pendampingan, perhatian, dan penguatan spiritual kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan, Verawati berharap para lansia senantiasa merasakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, tetap memiliki semangat menjalani masa lanjut usia, serta terus menjadi teladan iman bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ibadah rutin di Oikumene Primbanan ini menjadi wujud sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, sehingga manfaat pembinaan rohani dapat dirasakan secara nyata oleh para lansia di Kota Medan.

