Penyuluh Kemenag Medan Ajak Masyarakat Maknai Tahun Baru Hijriah dengan Hijrah Menuju Pribadi yang Berdampak

Medan (Humas) – Semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong masyarakat agar tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menghadirkan akhlak mulia dan kepedulian sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan kajian keagamaan yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Area bersama Majelis Taklim Keluarga Besar Sikumbang di Jalan Cemara, Kecamatan Medan Area, Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB hingga menjelang salat Asar ini menjadi bagian dari pembinaan umat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Kajian menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Amri Sembiring, yang menyampaikan materi bertema “Mengoptimalkan Amal Ibadah di Awal Tahun 1448 Hijriah Menuju Insan yang Berdampak dalam Akhlak, Perilaku, dan Ibadah.”

Dalam tausiahnya, Amri Sembiring mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri, sekaligus memperbarui komitmen untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbanyak amal saleh, memperbaiki akhlak, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu atau sejarah, tetapi juga sebagai perubahan menuju pribadi yang lebih baik dalam segala aspek kehidupan.

“Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, mari kita jadikan momentum hijrah sebagai titik awal memperbaiki diri. Ibadah yang kita lakukan harus mampu membentuk akhlak yang mulia dan menghadirkan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat. Inilah hakikat insan yang berdampak sebagaimana diajarkan dalam Islam,” ujar Amri Sembiring.

Ia menambahkan bahwa seorang muslim sejatinya tidak hanya dinilai dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari sejauh mana ibadah tersebut mampu melahirkan karakter yang santun, jujur, amanah, dan peduli terhadap sesama.

“Amal ibadah yang berkualitas akan melahirkan perilaku yang baik. Ketika salat, puasa, sedekah, dan ibadah lainnya benar-benar membekas dalam hati, maka akan tercermin dalam sikap sehari-hari melalui kejujuran, kepedulian, semangat berbagi, serta kemampuan menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Para jamaah mengikuti materi dengan penuh antusias serta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mendalami berbagai amalan yang dianjurkan pada awal Tahun Baru Islam, termasuk cara mempertahankan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Medan berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya menjadi perayaan pergantian kalender, tetapi benar-benar menjadi momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat dan inspirasi bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *