Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Hadirkan Penguatan Spiritual bagi Pasien ICU

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Mitra Sejati, Jalan A.H. Nasution, Medan, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini bertujuan memberikan penguatan spiritual, ketenangan batin, serta pendampingan rohani kepada pasien yang sedang menjalani perawatan intensif. Selain itu, keluarga pasien juga diberikan motivasi agar tetap sabar, ikhlas, dan senantiasa berikhtiar serta bertawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi ujian.

Bimbingan rohani dilaksanakan oleh tim Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan yang terdiri dari Amri Sembiring, Syah Muda, dan Nurbaiti. Melalui tausiah singkat, doa bersama, zikir, serta pendampingan spiritual, para penyuluh mengajak pasien dan keluarga untuk memperkuat keimanan serta menumbuhkan optimisme selama proses pengobatan.

Dalam kesempatan tersebut, Amri Sembiring menyampaikan bahwa bimbingan rohani merupakan bentuk ikhtiar Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani perawatan intensif. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di rumah sakit diharapkan mampu menjadi sumber penguatan batin bagi pasien maupun keluarga sehingga mereka tetap memiliki semangat dan optimisme dalam menghadapi proses penyembuhan.

“Bimbingan rohani di rumah sakit bukan hanya memberikan nasihat keagamaan, tetapi juga menghadirkan ketenangan hati bagi pasien dan keluarganya. Kami mengajak mereka untuk terus berikhtiar melalui pengobatan medis, memperbanyak doa dan zikir, serta meyakini bahwa setiap ujian yang Allah berikan selalu disertai dengan jalan keluar dan harapan kesembuhan,” ujar Amri Sembiring.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pelayanan medis dan pelayanan rohani menjadi ikhtiar yang saling melengkapi dalam membantu pasien menghadapi masa-masa sulit selama menjalani perawatan.

“Ikhtiar medis harus berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual. Ketika hati menjadi lebih tenang dan keluarga tetap kuat dalam doa, insya Allah akan tumbuh optimisme yang menjadi energi positif bagi pasien untuk menjalani proses penyembuhan,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh juga mengingatkan keluarga pasien agar senantiasa memberikan dukungan moral, memperlihatkan kasih sayang, dan tidak putus asa dalam mendampingi anggota keluarganya yang sedang dirawat. Kehadiran keluarga yang penuh perhatian diyakini dapat memberikan semangat bagi pasien dalam menjalani pengobatan.

Program Bimbingan Rohani Rumah Sakit merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Agama Kota Medan dalam memperluas layanan keagamaan kepada masyarakat. Melalui pendampingan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh pelayanan kesehatan secara medis, tetapi juga mendapatkan penguatan mental dan spiritual yang menghadirkan ketenangan, harapan, dan semangat dalam menjalani proses penyembuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *