PAI KUA Medan Denai Ajak Jamaah Perkuat Iman Hadapi Fitnah Akhir Zaman

Medan (Humas) – Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan dan ketahanan spiritual masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Ba’da Magrib di Masjid Mukhlisin, Jalan Lukah Ujung, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan Kementerian Agama yang dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan oleh protokol, Marno, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Mukhlisin, Zainul Akmal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Medan Denai yang secara konsisten menghadirkan pembinaan keagamaan melalui program Bimbingan dan Penyuluhan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai yang terus istiqamah membina masyarakat. Program seperti ini sangat dibutuhkan karena mampu menambah wawasan keislaman, memperkuat keimanan, serta menjadi sarana silaturahmi antarjamaah,” ujar Zainul Akmal.

Pada sesi inti, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan materi bertema “Fitnah Akhir Zaman”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa fitnah akhir zaman merupakan berbagai bentuk ujian yang dapat menggoyahkan keimanan, akhlak, dan keteguhan umat Islam dalam menjalankan ajaran agama.

Mengacu pada hadis-hadis Rasulullah SAW, ia menguraikan sejumlah tanda dan bentuk fitnah yang akan dihadapi manusia, di antaranya munculnya fitnah Dajjal sebagai ujian terbesar, maraknya pembunuhan, wafatnya para ulama sehingga ilmu agama semakin berkurang, merebaknya perzinaan, meluasnya praktik riba, munculnya orang-orang yang mengaku nabi, semakin sering terjadi bencana, amanah yang disia-siakan, hingga berbagai bentuk kemaksiatan yang perlahan dianggap sebagai sesuatu yang biasa di tengah masyarakat.

Khoiruz menegaskan bahwa setiap muslim harus memiliki bekal keimanan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai fitnah tersebut.

“Fitnah akhir zaman bukan hanya berupa peristiwa besar, tetapi juga berbagai godaan yang perlahan menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Allah SWT. Karena itu, benteng terbaik bagi seorang mukmin adalah memperkuat iman, memperdalam ilmu agama, serta senantiasa berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah,” jelasnya.

Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amal saleh, menjaga salat berjamaah, memperbanyak doa dan zikir, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi dan arus informasi di era digital.

“Di tengah derasnya informasi dan perubahan zaman, umat Islam harus mampu menjadi pribadi yang selektif, tidak mudah terprovokasi, serta selalu mengedepankan tabayun. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebar fitnah atau terjerumus dalam kemaksiatan yang perlahan dianggap sebagai hal yang lumrah,” pesannya.

Suasana Bimluh berlangsung interaktif. Setelah penyampaian materi, jamaah diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan tanggapan, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan menjaga keimanan di tengah perkembangan zaman. Berbagai persoalan yang disampaikan dijawab secara komunikatif sehingga diskusi berlangsung hangat, edukatif, dan semakin memperkaya pemahaman peserta.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari para jamaah. Salah seorang peserta, Muhammad Nasir, mengaku bersyukur dapat mengikuti kajian tersebut karena memberikan penguatan spiritual yang sangat relevan dengan kondisi kehidupan saat ini.

“Kajian seperti ini sangat bermanfaat karena mengingatkan kami agar selalu waspada terhadap berbagai godaan yang dapat merusak keimanan. Semoga kegiatan Bimluh seperti ini terus dilaksanakan sehingga masyarakat semakin memahami ajaran Islam dengan baik,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh kekhidmatan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam Syaiful Akhyar. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan keteguhan iman, dijauhkan dari berbagai fitnah akhir zaman, serta memperoleh keselamatan dan keberkahan di dunia maupun di akhirat.

Melalui pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan, KUA Kecamatan Medan Denai terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan keagamaan yang mencerahkan dan membangun. Diharapkan, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat, memperkuat karakter umat, serta mendorong terwujudnya kehidupan beragama yang harmonis, moderat, dan penuh keberkahan sesuai dengan semangat Kementerian Agama dalam membina umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *