KUA Medan Denai Lantik Pengurus BKM Muslimin, Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai mewakili Kepala KUA Kecamatan Medan Denai melantik dan mengukuhkan Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Muslimin Masa Khidmat 2026–2029 pada Minggu (28/6/2026) ba’da Isya. 

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Muslimin, Jalan Ikhlas Gang Masjid, Kecamatan Medan Denai, tersebut dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan berlangsung khidmat serta penuh semangat kebersamaan.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Farhan Wildan Nasution, dilanjutkan dengan pembukaan yang dipandu oleh Habiburrahman selaku protokol. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan KUA Kecamatan Medan Denai, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, alim ulama, pengurus masjid, serta ratusan jamaah yang memadati area masjid.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan oleh Penyuluh Agama Islam Syaiful Akhyar. Selanjutnya, Penyuluh Agama Islam Khoiruz Zaman yang mewakili Kepala KUA Kecamatan Medan Denai secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus BKM Muslimin Masa Khidmat 2026–2029.

Dalam kepengurusan sebelumnya, BKM Muslimin dipimpin oleh H. Humala Hasibuan sebagai Ketua dan Salman Alfaris Siregar, S.H. sebagai Sekretaris. Pada periode yang baru, amanah kepemimpinan dipercayakan kepada Salman Alfaris Siregar, S.H. sebagai Ketua dan Deni Rahman Nasution, S.Pd. sebagai Sekretaris.

Mewakili Kepala KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman menyampaikan bahwa pelantikan pengurus BKM bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, tetapi merupakan amanah besar dalam menjaga dan memakmurkan rumah Allah serta memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.

“Menjadi pengurus BKM adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat melayani. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan Islam, pembinaan keluarga sakinah, pemberdayaan ekonomi umat, dakwah, serta penguatan ukhuwah Islamiyah. Karena itu, kami berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan program-program yang inovatif, memberdayakan jamaah, serta menjadikan masjid semakin hidup dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk memberikan dukungan kepada kepengurusan yang baru agar mampu menjalankan amanah secara optimal.

“Kemajuan sebuah masjid bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh jamaah. Mari kita jadikan Masjid Muslimin sebagai pusat persatuan, pembinaan akhlak, dan tempat lahirnya berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi umat,” tambahnya.

Meskipun hujan deras mengguyur kawasan Medan Denai sepanjang berlangsungnya kegiatan, antusiasme masyarakat tidak surut. Para undangan dan jamaah tetap bertahan hingga seluruh rangkaian acara selesai. Suasana penuh kekeluargaan dan semangat menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah semakin memperkuat tekad bersama untuk memakmurkan masjid.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ramadhan Ariga. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum hijrah sebagai titik awal memperbaiki kualitas diri, meningkatkan keimanan, mempererat kepedulian sosial, serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.

“Hijrah yang sesungguhnya adalah perubahan menuju kebaikan. Mari kita jadikan masjid sebagai tempat membangun akhlak, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Jika masjid makmur, maka insya Allah masyarakat di sekitarnya juga akan semakin kuat dalam iman, ilmu, dan persatuan,” tutur Ramadhan Ariga.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ramadhan Ariga, memohon keberkahan, kekuatan, dan kemudahan bagi kepengurusan BKM Muslimin yang baru agar mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, dan keikhlasan.

Melalui pelantikan ini, diharapkan Pengurus BKM Muslimin Masa Khidmat 2026–2029 mampu menjadi motor penggerak dalam memakmurkan masjid, meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah, serta menghadirkan berbagai program pembinaan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, dan pemberdayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *