Medan (Humas) – Semangat menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah terus digelorakan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keluarga Sakinah yang dilaksanakan pada Senin (29/6/2026) di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Raya Menteng Gang Benteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.
Kegiatan yang diikuti jamaah Majelis Taklim Al-Ikhwan ini berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan. Sarina Ani bertindak sebagai tuan rumah, sementara jalannya acara dipandu oleh Sariani selaku pembawa acara.
Ketua Majelis Taklim Al-Ikhwan, Tissa Heni, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Medan Denai yang secara konsisten menghadirkan pembinaan keagamaan bagi masyarakat melalui program Bimbingan dan Penyuluhan Keluarga Sakinah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada KUA Kecamatan Medan Denai yang terus membersamai masyarakat melalui kegiatan pembinaan seperti ini. Materi yang disampaikan selalu relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal berharga dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujarnya.
Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam Syaiful Akhyar, memohon keberkahan agar ilmu yang disampaikan menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
Pada sesi inti, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan tausiah bertema “Masih Bisakah Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat? Jawabannya: Ya, Bahkan Pahalanya Terus Mengalir.”
Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua tidak berhenti ketika ayah dan ibu telah wafat. Islam mengajarkan bahwa seorang anak tetap memiliki kesempatan untuk terus menghadiahkan pahala kepada orang tuanya melalui berbagai amal saleh yang dianjurkan syariat.
Mengutip hadis Rasulullah saw. yang termuat dalam kitab Tanbīh al-Ghāfilīn, Khoiruz Zaman menjelaskan bahwa bentuk bakti kepada orang tua yang telah wafat dapat dilakukan dengan memperbanyak doa dan istigfar, melaksanakan wasiat yang mereka tinggalkan, memuliakan sahabat-sahabat mereka, serta menjaga tali silaturahmi dengan keluarga dari pihak ayah maupun ibu.
Ia juga mengingatkan bahwa doa anak yang saleh merupakan salah satu amal yang pahalanya terus mengalir kepada orang tua di alam kubur. Selain itu, bersedekah atas nama orang tua, melanjutkan amal kebajikan yang pernah mereka rintis, menjaga nama baik keluarga, serta meneruskan nilai-nilai luhur yang mereka wariskan merupakan wujud cinta dan bakti yang tidak terputus oleh kematian.
“Jangan menunggu penyesalan ketika orang tua telah tiada. Selama mereka masih hidup, berbaktilah dengan sebaik-baiknya. Namun ketika mereka telah berpulang ke rahmatullah, jangan pernah berhenti menghadiahkan doa, amal saleh, dan sedekah untuk mereka. Sesungguhnya pintu berbakti kepada orang tua tidak pernah tertutup selama seorang anak masih mengingat dan mendoakan mereka,” pesan Khoiruz Zaman.
Ia menambahkan bahwa keluarga sakinah tidak hanya dibangun melalui hubungan yang harmonis di antara anggota keluarga yang masih hidup, tetapi juga dengan menjaga hubungan spiritual kepada kedua orang tua melalui doa dan amal kebajikan yang terus mengalir.
“Anak yang saleh bukan hanya mereka yang menghormati orang tua ketika masih hidup, tetapi juga mereka yang senantiasa mengingat, mendoakan, dan meneruskan segala kebaikan yang telah diwariskan orang tuanya. Inilah salah satu bentuk bakti yang akan membawa keberkahan dalam kehidupan keluarga,” tambahnya.
Antusiasme jamaah Majelis Taklim Al-Ikhwan terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti materi dengan penuh perhatian dan aktif berdialog pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan yang disampaikan menunjukkan tingginya semangat jamaah dalam memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keluarga Sakinah ini, KUA Kecamatan Medan Denai kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan kepada masyarakat. Diharapkan, materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan keislaman, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa bakti kepada orang tua merupakan ibadah yang tidak mengenal batas waktu. Dengan demikian, nilai-nilai Islam akan terus hidup dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, melahirkan generasi yang berakhlak mulia, penuh kasih sayang, serta senantiasa menghormati dan mendoakan kedua orang tuanya sepanjang hayat.

