PAI KUA Medan Denai Bekali Calon Pemimpin IP Al-Washliyah dengan Nilai-Nilai Akhlak Mulia

Medan (Humas) – Komitmen dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan berakhlakul karimah terus diwujudkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam (PAI). Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan dengan menjadi narasumber pada kegiatan Kaderisasi Calon Pemimpin Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar (IP) Al-Washliyah Kecamatan Medan Denai yang dilaksanakan pada Senin (29/6/2026) di MDTA Yayasan Pendidikan Muhammad Nurdin, Jalan Seksama, M. Nawi Harahap No. 168, Kecamatan Medan Denai.

Kegiatan kaderisasi ini diikuti oleh 14 peserta yang berasal dari kalangan pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa. Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta memperoleh pembekalan mengenai kepemimpinan, keorganisasian, penguatan karakter, serta nilai-nilai keislaman sebagai bekal menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.

Acara dibuka oleh Ketua Panitia, Maisarah Sahrumpait, dan dipandu oleh Zahratul Marhamah. Suasana kegiatan berlangsung dinamis melalui diskusi interaktif, presentasi makalah, serta sesi tanya jawab yang mendorong peserta aktif menyampaikan ide, pengalaman, dan pandangan mengenai kepemimpinan generasi muda.

Mewakili Kepala KUA Kecamatan Medan Denai, Penyuluh Agama Islam Ustaz Khoiruz Zaman, S.H.I., menyampaikan materi bertajuk “Akhlak: Bekal Utama Generasi Muda.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa akhlak merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang berkualitas sekaligus menjadi kunci keberhasilan seorang pemimpin.

Menurutnya, kecerdasan intelektual, wawasan yang luas, serta kemampuan memimpin akan semakin bernilai apabila dibangun di atas akhlak yang mulia dan keimanan yang kokoh.

“Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Karena itu, seorang pemimpin tidak cukup hanya cerdas dan memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga harus memiliki integritas, amanah, jujur, santun, serta mampu menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya. Kepemimpinan sejati lahir dari akhlak yang baik,” ungkap Khoiruz Zaman.

Ia juga mengajak para peserta untuk terus memperkuat keimanan, menghormati kedua orang tua dan guru, menjaga amanah, memperluas pergaulan yang positif, serta memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara bijaksana.

Menurutnya, di tengah derasnya arus digitalisasi, generasi muda harus memiliki filter moral yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif.

“Media sosial dapat menjadi sarana dakwah, belajar, dan berkarya apabila digunakan secara bijak. Namun, jika tidak disertai akhlak yang baik, media sosial juga dapat menjadi pintu masuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga berbagai perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam. Karena itu, akhlak harus menjadi benteng utama bagi setiap generasi muda,” pesannya.

Khoiruz Zaman juga menekankan bahwa kader organisasi pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kader IP Al-Washliyah diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, mampu mengajak teman-temannya kepada kebaikan, menjaga persatuan, serta menghadirkan solusi bagi persoalan umat. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu memberi manfaat bagi banyak orang,”tambahnya.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari seluruh peserta. Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan melalui berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang mengenai tantangan kepemimpinan generasi muda di era modern, pentingnya menjaga akhlak dalam berorganisasi, serta peran pemuda dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

Melalui kegiatan kaderisasi ini diharapkan lahir kader-kader IP Al-Washliyah Kecamatan Medan Denai yang tidak hanya unggul dalam kemampuan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, semangat pengabdian, serta mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat pembinaan umat melalui penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi muda yang religius, moderat, berintegritas, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *