Penyuluh Agama KUA Medan Amplas Hadirkan Penguatan Spiritual bagi Pasien ICU RS Mitra Sejati

Medan (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas terus memperkuat perannya sebagai pusat pelayanan dan pembinaan keagamaan yang hadir di tengah masyarakat. Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., secara berkelanjutan mengingatkan seluruh Penyuluh Agama, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, KUA tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara layanan administrasi keagamaan, tetapi juga harus menjadi episentrum spiritualitas yang mampu memberikan pendampingan, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat dalam berbagai situasi kehidupan.

“Kehadiran KUA harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran harus terus memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dalam urusan administrasi, tetapi juga melalui pembinaan dan pendampingan spiritual yang menyentuh langsung kebutuhan umat,” tegas H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan.

Sebagai tindak lanjut atas arahan tersebut, pada Selasa (30/6/2026), Penyuluh Agama Islam Dr. Syarto, Lc., M.A., Harun Arrasyid, dan Nurbaiti melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) di Rumah Sakit Mitra Sejati, khususnya di ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 2 yang meliputi ruang 207 (1), 207 (2), 251, dan 228.

Kegiatan dilaksanakan dengan mengunjungi pasien secara langsung di ruang perawatan. Dalam suasana yang penuh empati dan kekeluargaan, para penyuluh memberikan pendampingan spiritual kepada pasien beserta keluarga yang sedang menghadapi ujian berupa sakit.

Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh mengajak pasien untuk memperkuat kesabaran, memperbanyak doa, dan terus berikhtiar lahir maupun batin sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

“Sakit adalah ujian sekaligus kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Di balik setiap ujian selalu ada hikmah. Karena itu, jangan pernah berputus asa. Perbanyak doa, bersabar, dan yakinlah bahwa Allah SWT senantiasa memberikan jalan terbaik bagi setiap hamba yang bertawakal kepada-Nya,” ujar salah seorang penyuluh saat memberikan motivasi kepada pasien.

Selain memberikan penguatan spiritual, para penyuluh juga mengingatkan pentingnya sikap tawakal setelah menjalani berbagai ikhtiar medis. Menurut mereka, usaha pengobatan harus berjalan seiring dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT serta keyakinan bahwa setiap ketentuan-Nya mengandung kebaikan.

Pasien juga diajak untuk senantiasa membangun sikap husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah SWT. Sikap tersebut diyakini mampu menghadirkan ketenangan jiwa, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat semangat dalam menjalani proses penyembuhan.

Di samping itu, tim Bimroh memberikan edukasi mengenai tata cara pelaksanaan ibadah bagi orang yang sedang sakit. Para penyuluh menjelaskan bahwa Islam memberikan berbagai rukhsah (keringanan) agar seorang muslim tetap dapat melaksanakan salat sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang dimiliki.

Bagi pasien yang secara medis tidak diperkenankan menggunakan air, penyuluh memberikan penjelasan mengenai tata cara tayamum sebagai pengganti wudu, sehingga kewajiban ibadah tetap dapat ditunaikan sesuai tuntunan syariat.

“Kondisi sakit bukanlah alasan untuk meninggalkan salat. Islam adalah agama yang penuh kemudahan. Syariat telah mengatur berbagai bentuk rukhsah agar setiap muslim tetap dapat beribadah sesuai dengan kemampuannya. Yang terpenting adalah menjaga semangat untuk tetap dekat kepada Allah SWT dalam keadaan apa pun,” jelas salah seorang penyuluh.

Kegiatan Bimbingan Rohani ini mendapat sambutan positif dari pasien maupun keluarga. Kehadiran para penyuluh dinilai mampu memberikan ketenangan batin, memperkuat mental spiritual, serta menghadirkan harapan dan semangat baru di tengah proses perawatan yang sedang dijalani.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para penyuluh. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, diangkat penyakitnya, dilimpahkan kesabaran, serta memperoleh kemudahan dalam setiap urusan dunia dan akhirat.

Melalui kegiatan Bimbingan Rohani di rumah sakit, KUA Kecamatan Medan Amplas kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Pendampingan spiritual ini diharapkan tidak hanya menjadi penguat bagi pasien dalam menghadapi ujian sakit, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan yang menyentuh dimensi lahir dan batin masyarakat di berbagai situasi dan kondisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *