Medan (Humas) — Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan menggelar rapat perdana Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Penata Layanan Operasional (PLO) di Aula Mini Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Medan, Senin (13/7/2026).
Rapat yang dihadiri seluruh Penata Layanan Operasional (PLO) Seksi Bimas Kristen tersebut dipimpin oleh Martin Nainggolan selaku Ketua Pesparawi, didampingi Frensa Hasugian sebagai sekretaris dan Basaria Sitorus sebagai bendahara. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan berbagai program Pesparawi sekaligus memperkuat koordinasi antarpanitia.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Panitia Pesparawi PLO akan melaksanakan Lomba Vokal Solo Anak Usia 10–13 Tahun yang terbuka untuk umum. Kegiatan ini bertujuan mewujudkan dan mengembangkan generasi emas remaja Kristen yang memiliki talenta di bidang seni suara serta dipersiapkan menjadi penerus pelayanan gereja, khususnya dalam musik dan paduan suara gerejawi.
Ketua Pesparawi, Martin Nainggolan mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat pembinaan karakter melalui seni suara gerejawi. Menurutnya, pembinaan sejak usia dini sangat penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mempersiapkan generasi muda yang memiliki karakter Kristiani dan semangat melayani.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki sekaligus menanamkan nilai-nilai iman, disiplin, dan tanggung jawab. Kami berharap Lomba Vokal Solo Anak dapat melahirkan generasi muda Kristen yang percaya diri, berkarakter, serta siap menjadi pelayan-pelayan gereja melalui talenta yang dimiliki,” ujar Martin.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Maruli Tua Hasugian mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh panitia dalam mempersiapkan kegiatan Pesparawi PLO. Ia menilai kolaborasi dan koordinasi yang baik antarpanitia menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan.
“Pesparawi bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan iman, pengembangan talenta, serta mempererat kebersamaan di lingkungan Bimas Kristen. Saya berharap seluruh panitia dapat bekerja sama dengan baik sehingga setiap tahapan kegiatan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda Kristen,” ungkap Maruli.
Selain membahas persiapan kegiatan, rapat juga dimanfaatkan sebagai wadah mempererat hubungan antarsesama Penata Layanan Operasional (PLO) agar tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam melaksanakan tugas. Pertemuan tersebut juga menjadi sarana bertukar pikiran mengenai tugas dan fungsi Penata Layanan Operasional di lingkungan Seksi Bimas Kristen.
Melalui rapat perdana ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat di antara seluruh panitia sehingga pelaksanaan Pesparawi PLO dapat berjalan dengan baik serta menjadi media pembinaan bagi generasi muda Kristen untuk mengembangkan potensi, memperkuat nilai-nilai keimanan, dan berkontribusi dalam pelayanan gerejawi.

