Medan (Humas)- Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, menyampaikan materi “Bagaimana Seharusnya Umat Katolik Berdoa?” melalui kegiatan Katekese Lima Menit pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 09.45 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum Perayaan Misa di Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Katekese Lima Menit ini menjadi bagian dari pembinaan iman yang rutin dilaksanakan sebelum Perayaan Ekaristi. Melalui penyampaian materi yang singkat dan mudah dipahami, umat diajak untuk semakin menghayati makna doa sebagai hubungan yang hidup antara manusia dengan Allah, sekaligus sebagai sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa umat Katolik dipanggil untuk berdoa dengan penuh iman, kerendahan hati, ketulusan, dan kepercayaan kepada Allah. Doa bukan sekadar mengucapkan rangkaian kata-kata, melainkan membuka hati untuk mendengarkan kehendak Tuhan serta menyerahkan seluruh kehidupan kepada penyelenggaraan-Nya. Ia juga menegaskan pentingnya doa yang disertai tindakan nyata dalam mengasihi sesama.
Selain itu, umat diajak untuk membangun kebiasaan berdoa secara teratur, baik secara pribadi maupun bersama keluarga. Roni mengingatkan bahwa Gereja mengajarkan berbagai bentuk doa, seperti doa pujian, syukur, pertobatan, permohonan, dan doa perantaraan. Kehidupan doa juga hendaknya diperkaya dengan membaca Kitab Suci, mengikuti Perayaan Ekaristi, serta menghayati doa-doa tradisional Gereja seperti Rosario dan Ibadat Harian.
Melalui Katekese Lima Menit ini, diharapkan umat semakin memahami bagaimana seharusnya seorang Katolik berdoa serta mampu membangun kehidupan doa yang semakin mendalam. Dengan demikian, setiap umat beriman dapat terus bertumbuh dalam relasi dengan Tuhan, menjadi pribadi yang semakin beriman, serta menghadirkan kasih Kristus dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat.(RAS/PAI).

