Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., melaksanakan bimbingan dan penyuluhan kerohanian bagi warga binaan di Pusat Rehabilitasi Korban NAPZA Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya/Tanjung Selamat, Kota Medan, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah SWT” sebagai upaya menumbuhkan semangat hidup, optimisme, dan keyakinan kepada Allah SWT dalam proses rehabilitasi.
Dalam penyampaiannya, Paidi menegaskan bahwa berputus asa merupakan sikap yang dilarang dalam Islam karena menunjukkan hilangnya harapan terhadap kasih sayang dan rahmat Allah SWT. Ia mengajak seluruh peserta untuk meyakini bahwa setiap ujian yang diberikan Allah memiliki hikmah dan menjadi jalan untuk memperbaiki diri. Menurutnya, sebesar apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, pintu taubat dan ampunan Allah senantiasa terbuka bagi hamba yang mau kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh serta : “Jangan pernah merasa hidup telah berakhir hanya karena masa lalu. Selama kita masih diberi kesempatan bernapas, pintu taubat dan rahmat Allah selalu terbuka. Bangkitlah, perbaiki diri, dan yakinlah bahwa Allah mampu mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik.” Ujar Paidi
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian dari ketetapan Allah yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Namun, di balik setiap ujian terdapat kasih sayang Allah SWT, di antaranya sebagai sarana menggugurkan dosa serta mengangkat derajat orang-orang yang sabar. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak berprasangka buruk kepada Allah, melainkan terus berikhtiar, bersabar, memperbanyak doa, dan memperbaiki amal sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik.
Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam QS. Yusuf ayat 87, “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” Selain itu, Paidi mengajak peserta merenungkan kandungan QS. Az-Zumar ayat 53 yang menegaskan bahwa Allah mengampuni seluruh dosa hamba-Nya yang bertaubat dengan tulus. Ayat tersebut menjadi penguat bahwa harapan kepada rahmat Allah tidak boleh pernah padam.
Kegiatan bimbingan kerohanian berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan doa bersama serta muhasabah yang menyentuh hati. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari penguatan spiritual dalam proses rehabilitasi. Melalui bimbingan ini diharapkan tumbuh keyakinan, semangat baru, serta tekad untuk meninggalkan penyalahgunaan NAPZA dan menjalani kehidupan yang lebih baik dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bimbingan kerohanian yang dilaksanakan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal menjadi pengingat bahwa tidak ada manusia yang tertutup dari rahmat Allah SWT. Dengan taubat, kesabaran, doa, dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, serta menata masa depan yang lebih baik.(Paidi).

