Medan (Humas) – Momen yang tak biasa dialami pasangan pengantin Aldi dan Ayesa. Pasangan yang melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan pada Ahad, 19 Juli 2026 itu terpilih sebagai model pengantin dalam Lomba Khutbah Nikah dan Pensyarahan yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Milad APRI ke-7, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh penghulu se-Sumatera Utara tersebut berlangsung meriah dan menjadi ajang peningkatan kompetensi para penghulu dalam menyampaikan khutbah nikah dan pensyarahan. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., dan ditutup oleh Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, H. Sakoanda Siregar, S.Ag.
Keikutsertaan Aldi dan Ayesa sebagai model pengantin bukan tanpa proses. Sebelum ditetapkan oleh panitia, keduanya terlebih dahulu mengikuti tahapan seleksi yang meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an dan praktik thaharah. Setelah dinilai memenuhi kriteria, pasangan asal KUA Kecamatan Medan Perjuangan tersebut dipercaya menjadi model bagi 25 peserta lomba yang merupakan perwakilan Pengurus Cabang APRI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Sepanjang pelaksanaan lomba, Aldi dan Ayesa secara bergantian menerima khutbah nikah, pensyarahan, nasihat perkawinan, serta doa dari seluruh peserta. Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang sangat istimewa karena untuk pertama kalinya mereka memperoleh khutbah nikah dan nasihat perkawinan dari 25 penghulu dalam satu hari.

Setiap penghulu menyampaikan pesan mengenai pentingnya membangun rumah tangga yang berlandaskan keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, serta komunikasi yang baik. Di akhir penyampaian, seluruh penghulu turut memanjatkan doa agar pasangan tersebut senantiasa diberi keberkahan dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kepala KUA Kecamatan Medan Perjuangan, H. Ramlan, M.A., mengaku bangga atas terpilihnya pasangan pengantin dari wilayah kerjanya sebagai model dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh Aldi dan Ayesa menjadi kenangan berharga sekaligus bekal dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.
“Ini merupakan pengalaman yang sangat langka dan mungkin menjadi yang pertama terjadi. Pasangan pengantin mendapatkan khutbah nikah, nasihat perkawinan, dan doa dari 25 penghulu dalam satu hari. Kami berharap seluruh pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga untuk membangun keluarga yang harmonis, kokoh, dan penuh keberkahan,” ujar Ramlan.
Ramlan menambahkan, kegiatan yang diselenggarakan PW APRI Sumatera Utara tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan profesionalisme penghulu, tetapi juga menunjukkan pentingnya peran penghulu dalam memberikan pembinaan kepada calon pengantin dan pasangan yang baru menikah.
“Semoga Aldi dan Ayesa senantiasa menjaga komitmen dalam membina rumah tangga sesuai tuntunan agama, serta menjadi teladan bagi pasangan muda lainnya dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Kami juga mengapresiasi APRI Sumatera Utara yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dan bermanfaat seperti ini,” pungkasnya.

