Penyuluh Lintas Agama Kemenag Medan Bersinergi Berikan Pembinaan Rohani bagi Pasien RSU Santa Elisabeth Medan

Medan (Humas) – Semangat kolaborasi dan kerukunan antarumat beragama kembali diwujudkan oleh para Penyuluh Agama di lingkungan Kementerian Agama Kota Medan melalui kegiatan pembinaan rohani bagi pasien di Rumah Sakit Umum Santa Elisabeth Medan, Jalan Haji Misbah Nomor 7, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara melalui pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya pasien yang sedang menjalani perawatan.

Pembinaan rohani tersebut melibatkan Penyuluh Agama Katolik Leonhard Hutagalung, S.S., Penyuluh Agama Kristen Sadar Kurniawati Harefa, S.Th., serta Penyuluh Agama Islam M. Iqbal, S.H., M.H., Syarifuddin Pasaribu, M.Kom., Wan Nur Ainun, S.Ag., Mahmud Hasan, M.Ag., Naziah Masruroh Sagala, M.Ag., Heriansani, M.A., dan Mahmud Alkausari Pulungan, M.Psi. Kehadiran para penyuluh dari berbagai agama mencerminkan kuatnya sinergi dalam memberikan pelayanan spiritual yang inklusif sesuai dengan keyakinan masing-masing pasien.

Selama kegiatan berlangsung, para penyuluh memberikan penguatan rohani, motivasi, doa, serta pendampingan spiritual kepada pasien. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan ketenangan batin, menumbuhkan optimisme, serta memperkuat semangat pasien dalam menjalani proses pengobatan dan pemulihan kesehatan.

Selain memberikan pembinaan kepada pasien, para penyuluh juga berinteraksi dengan keluarga pasien dan tenaga kesehatan sebagai bentuk dukungan moral agar tercipta suasana pelayanan yang penuh empati, kasih, dan kepedulian. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental dan spiritual seseorang di samping pelayanan medis yang diberikan oleh rumah sakit.

Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Leonhard Hutagalung mengatakan bahwa pelayanan lintas agama merupakan wujud nyata nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh agama.

“Sinergi lintas agama dalam pelayanan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kasih dapat diwujudkan melalui kebersamaan. Kami ingin menghadirkan harapan, penguatan, dan kedamaian bagi setiap pasien yang kami layani,” ujar Leonhard Hutagalung.

Senada dengan itu, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, M. Iqbal menegaskan bahwa kolaborasi para penyuluh agama merupakan implementasi nyata semangat Kementerian Agama Berdampak yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

“Kolaborasi para penyuluh agama merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat persatuan, kami ingin memastikan pelayanan keagamaan dapat dirasakan oleh semua pihak tanpa memandang perbedaan,” ungkap M. Iqbal.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan berdampak bagi masyarakat. Sinergi lintas agama yang terbangun tidak hanya menjadi simbol kerukunan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menghadirkan pelayanan spiritual yang menumbuhkan harapan, mempererat persaudaraan, serta mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *