Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Berikan Pendampingan Katekumen tentang Hidup Doa

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, memberikan pendampingan kepada para katekumen pada Jumat, 31 Juli 2026, pukul 08.00 WIB di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang beralamat di Jl. Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan iman bagi para calon penerima sakramen agar semakin mengenal dan menghayati ajaran Gereja Katolik.

Pendampingan diikuti oleh tiga orang katekumen, yaitu Daud Tarigan, Fitri Silalahi, dan Ari Parades. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, di mana para peserta diajak untuk memperdalam kehidupan rohani sebagai bekal dalam perjalanan mereka menuju penerimaan sakramen-sakramen inisiasi.

Pada kesempatan tersebut, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan materi tentang “Hidup Doa”. Ia menjelaskan bahwa doa merupakan nafas kehidupan orang Kristiani dan menjadi sarana utama untuk membangun hubungan yang akrab dengan Allah. Melalui doa, setiap orang beriman diajak untuk memuji Tuhan, bersyukur atas segala berkat-Nya, memohon pertolongan, serta menyerahkan seluruh perjalanan hidup ke dalam penyelenggaraan-Nya.

Lebih lanjut, Roni mengajak para katekumen untuk membangun kebiasaan berdoa setiap hari, baik secara pribadi maupun bersama keluarga. Selain doa-doa tradisional Gereja seperti Doa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, dan Rosario, para peserta juga didorong untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci serta berpartisipasi aktif dalam Perayaan Ekaristi sebagai puncak kehidupan doa umat Katolik.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan dialog dan tanya jawab mengenai pengalaman hidup doa para peserta. Roni memberikan motivasi agar para katekumen tidak memandang doa sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai kebutuhan rohani yang akan menuntun mereka untuk semakin mengenal, mengasihi, dan mengikuti Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan Daud Tarigan, Fitri Silalahi, dan Ari Parades semakin bertumbuh dalam kehidupan doa serta semakin siap menerima sakramen-sakramen inisiasi. Pembinaan ini juga menjadi bekal penting agar mereka kelak mampu menghayati iman Katolik dengan setia, aktif dalam kehidupan menggereja, serta menjadi saksi Kristus di tengah keluarga dan masyarakat.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *