Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan zikir bersama jamaah Masjid Nurul Yaqin, Pasar 1 Rel T600, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setelah salat Subuh tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat secara langsung.
Zikir bersama diikuti oleh jamaah dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di lingkungan masyarakat. Selain menjadi sarana untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara Penyuluh Agama Islam dengan jamaah sekaligus memperkuat komunikasi dalam berbagai persoalan kehidupan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan mengajak jamaah untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan persaudaraan. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilakukan secara bersama-sama dapat menjadi sarana untuk saling mengingatkan, memberikan motivasi, dan menguatkan semangat dalam menjalankan ajaran agama.
“Kita ingin kegiatan keagamaan seperti ini terus hidup di tengah masyarakat. Melalui kebersamaan di masjid, kita dapat saling menguatkan dalam iman, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama membangun kebiasaan melakukan kebaikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian materi atau tausiyah, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan jamaah. Kedekatan tersebut dinilai penting agar penyuluh dapat memahami kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan bimbingan yang relevan dengan kondisi di lapangan.
“Penyuluh bukan hanya hadir untuk menyampaikan tausiyah, tetapi juga harus bisa hadir, mendengar, dan bersama-sama masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan jamaah dan memberikan pendampingan sesuai dengan kondisi yang mereka hadapi,” katanya.
Zikir yang dilaksanakan setelah salat Subuh berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Jamaah mengikuti rangkaian zikir sebagai bentuk ikhtiar untuk menenangkan hati, memperkuat keimanan, serta membiasakan diri mengingat Allah SWT sebelum menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.
“Mari kita biasakan mengawali aktivitas dengan mengingat Allah. Ketika hati dekat dengan Allah, insyaallah kita akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai urusan dan lebih mampu menjaga sikap serta perkataan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Selain menjadi sarana penguatan spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dengan jamaah Masjid Nurul Yaqin. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas sehingga masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan maupun persoalan keagamaan yang dihadapi, sekaligus mendapatkan pendampingan dan bimbingan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan zikir bersama tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan berharap masyarakat semakin termotivasi untuk memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan positif. Masjid diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang mampu memperkuat keimanan sekaligus membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian.
“Semoga kebersamaan ini terus terjaga, masjid semakin ramai dengan kegiatan positif, dan kita semua semakin dekat kepada Allah serta semakin baik dalam hubungan dengan sesama. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan memberikan manfaat bagi jamaah,” pungkasnya.

