Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, M.A., menerima audiensi Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kota Medan di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kota Medan, Selasa (11/8/2026). Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kepengurusan MUKI Kota Medan sekaligus membangun komunikasi dan membuka peluang kemitraan dengan Kementerian Agama dalam mendukung pembinaan kehidupan keagamaan serta kerukunan umat beragama di Kota Medan.
Dalam audiensi tersebut, jajaran MUKI Kota Medan menyampaikan harapan agar hubungan kemitraan dengan Kemenag Kota Medan dapat terus terjalin dengan baik. Kemitraan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan umat, penguatan kerukunan, serta upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag Kota Medan, Sontur Saragih, M.Pd.K., Ketua MUKI Kota Medan, Pdt. Edward Septa Tarigan, serta Sekretaris MUKI Kota Medan, Egbertus Jiwa Budiman, S.H., M.H. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan dengan membahas sejumlah peluang kerja sama antara MUKI Kota Medan dan Kemenag Kota Medan.
Kakan Kemenag Kota Medan H. Impun Siregar menyambut baik audiensi tersebut dan menyampaikan bahwa Kementerian Agama terbuka terhadap komunikasi serta kerja sama dengan berbagai organisasi keagamaan. Menurutnya, sinergi dengan lembaga dan organisasi keagamaan merupakan bagian penting dalam memperkuat pembinaan umat sekaligus menjaga kerukunan di tengah masyarakat Kota Medan yang majemuk.
“Kami menyambut baik audiensi MUKI Kota Medan. Kementerian Agama tentu terbuka untuk membangun komunikasi dan kemitraan dengan organisasi keagamaan. Semakin baik koordinasi dan sinergi yang kita bangun, insyaallah semakin kuat pula upaya kita dalam menjaga kerukunan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Impun.
Kakan menambahkan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Karena itu, kolaborasi antara Kemenag dengan organisasi keagamaan perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang baik, saling menghormati, serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kerukunan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan. Mari kita bersama-sama menjaga komunikasi, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan umat serta masyarakat Kota Medan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, MUKI Kota Medan juga menyampaikan undangan kepada Kakan Kemenag Kota Medan untuk menghadiri acara pelantikan kepengurusan MUKI Kota Medan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Undangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan antara MUKI Kota Medan dengan Kementerian Agama Kota Medan.
H. Impun menyampaikan apresiasi atas undangan tersebut dan berharap pelantikan kepengurusan MUKI Kota Medan dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Ia juga berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
“Kita tentu berharap kepengurusan MUKI Kota Medan yang akan dilantik dapat menjalankan amanah dengan baik dan memberikan kontribusi positif bagi umat maupun masyarakat. Semoga ke depan komunikasi dan kemitraan yang sudah dibangun dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MUKI Kota Medan, Pdt. Edward Septa Tarigan, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan Kementerian Agama Kota Medan. MUKI Kota Medan berharap dapat menjadi mitra yang aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan umat, kerukunan, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Melalui audiensi tersebut, Kemenag Kota Medan dan MUKI Kota Medan diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi serta membuka ruang kolaborasi yang konstruktif. Sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung terciptanya kehidupan umat beragama yang rukun, damai, dan harmonis di Kota Medan.

