“Menegur dengan Kasih dan Memaafkan dengan Tulus”, Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Layani Lansia di Yayasan Guna Budi Bakti

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Demaran Sigiro, S.Fil., bersama Penyuluh Agama Kristen, Maruli Siburian, S.Th., Tiurma Butar-Butar, S.Th., Natalina Hutagalung, S.PAK., dan Torang Berutu, S.Th., memberikan pelayanan penyuluhan kepada para lanjut usia (lansia) di Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso Km. 16 Nomor 14, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Rabu (12/08/2026).

Pelayanan penyuluhan tersebut dilaksanakan dalam bentuk ibadah bersama para lansia. Kegiatan diisi dengan pujian dan penyampaian renungan sebagai bagian dari pembinaan iman serta penguatan rohani bagi para lansia. Natalina Hutagalung bertugas sebagai pembawa lagu pujian, sementara Demaran Sigiro menyampaikan renungan dalam ibadah tersebut.

Dalam renungannya, Demaran mengangkat tema “Menegur dengan Kasih dan Memaafkan dengan Tulus” berdasarkan bacaan Injil Matius 18:15-20. Melalui tema tersebut, para lansia diajak untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi kasih, saling mengingatkan dengan cara yang baik, serta mampu memberikan pengampunan dengan tulus ketika terjadi kesalahan atau persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

Demeran Sigiro mengatakan bahwa pelayanan kepada para lansia merupakan bentuk nyata kehadiran penyuluh agama dalam memberikan pendampingan dan penguatan iman. “Kita diajak untuk saling menegur dengan kasih dan memaafkan dengan tulus, sehingga kehidupan bersama semakin dipenuhi kedamaian dan kasih,” ungkap Demaran.

Kegiatan penyuluhan bersama tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual dan sukacita bagi para lansia di Yayasan Guna Budi Bakti. Kolaborasi para penyuluh agama Katolik dan Kristen juga menjadi wujud pelayanan keagamaan yang memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya para lansia, melalui pendampingan iman dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *