Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Sampaikan Pesan tentang Amalan yang Diterima Allah SWT di MT As-Sholihat

Medan (Humas) Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada pengajian ibu-ibu Majelis Taklim As-Sholihat di Masjid As-Sholihin, Jalan Sri Bilah, Nomor 80, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, pada Jumat (21/08/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Amalan yang Diterima Allah SWT” dan dihadiri oleh Ketua Majelis Taklim As-Sholihat Ria Santika, Sekretaris Nurjanah, serta sekitar 70 anggota perwiritan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh agama setempat Faisal Sinaga.

Kegiatan pengajian diawali dengan pembukaan oleh Ketua Perwiritan As-Sholihat Ria Santika yang memandu rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Surah Yasin, hingga tahtim singkat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Paidi yang mengajak para jamaah untuk memahami hakikat amal ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.

Dalam penyampaiannya, Paidi menjelaskan bahwa amalan yang diterima Allah SWT adalah setiap amal saleh dan ibadah yang dilandasi iman yang benar, dilakukan dengan penuh keikhlasan hanya mengharap ridha Allah, serta sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. “Amalan yang diterima Allah SWT harus memenuhi tiga hal utama, yaitu ikhlas karena Allah, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, dan dilakukan berdasarkan ilmu agar ibadah yang dikerjakan benar serta sesuai dengan tuntunan agama,” ujar Paidi.

Paidi juga menyampaikan bahwa keikhlasan menjadi kunci utama diterimanya sebuah ibadah. Menurutnya, seorang muslim hendaknya menjaga niat agar setiap amal yang dilakukan bukan untuk mencari pujian atau pandangan manusia, melainkan semata-mata karena Allah SWT. Selain itu, ibadah juga harus dilaksanakan sesuai syarat dan rukun yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW. “Jangan sampai amal yang banyak tetapi kehilangan keikhlasan, karena nilai sebuah amal bukan hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi dari niat dan kesesuaiannya dengan ajaran Islam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan tanda-tanda ibadah seseorang diterima Allah SWT, di antaranya muncul rasa rindu untuk kembali beribadah dan merasa kehilangan ketika meninggalkan amal kebaikan. “Ibadah yang diterima Allah akan membuat hati semakin dekat kepada-Nya. Ketika tidak melaksanakan ibadah, hati merasa ada sesuatu yang kurang. Selain itu, ibadah juga menghadirkan kebahagiaan, bahkan senyuman, karena senyum merupakan bagian dari ibadah,” ungkap Paidi.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama dan muhasabah yang menyentuh hati, sehingga suasana menjadi penuh ketenangan dan kedamaian. Para jamaah kemudian melantunkan shalawat bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim As-Sholihat semakin meningkatkan kualitas ibadah dengan memperkuat keikhlasan, memperdalam ilmu agama, serta senantiasa mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *