Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal Drs. H. Fuji, MA menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di Masjid Baiturrahman Komplek Pemda Tingkat II Medan, Jalan Flamboyan 1 Kota Medan, pada Jumat (21/08/2026). Dalam khutbahnya, Fuji menyampaikan pesan dakwah tentang pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah atau persaudaraan sebagai nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Fuji menyampaikan bahwa persatuan dan ukhuwah merupakan ikatan hati serta kebersamaan yang kokoh antara sesama manusia. Menurutnya, kedua nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menciptakan kehidupan yang damai, saling menghargai, saling membantu, serta menjauhkan masyarakat dari berbagai bentuk perpecahan. “Persatuan dan ukhuwah adalah kekuatan yang mampu menjaga keharmonisan umat dan bangsa. Dengan persaudaraan yang kuat, berbagai perbedaan dapat menjadi kekayaan yang mempererat kebersamaan,” ujar Fuji.
Lebih lanjut, Fuji menjelaskan bahwa ukhuwah memiliki beberapa bentuk yang perlu dipahami dan diamalkan. Pertama, ukhuwah Islamiyah yaitu persaudaraan sesama umat Islam yang terikat dalam satu keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT melalui dua kalimat syahadat. Persaudaraan ini mengajarkan umat Islam untuk saling menyayangi, membantu, dan menjaga hubungan baik sesama muslim.
Kedua, ukhuwah wathaniyah yaitu persaudaraan dalam ikatan kebangsaan. Fuji menjelaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab menjaga persatuan meskipun memiliki perbedaan suku, agama, ras, dan budaya. “Kita dipersatukan oleh rasa cinta terhadap tanah air dan semangat kebangsaan sebagai warga Negara Indonesia,” jelasnya.
Ketiga, ukhuwah basyariyah yaitu persaudaraan sesama manusia tanpa melihat perbedaan latar belakang. Fuji menegaskan bahwa setiap manusia harus saling menghormati, berbuat baik, dan menjaga nilai kemanusiaan karena semua manusia memiliki kedudukan yang sama sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.
Dalam penutup khutbahnya, Fuji mengajak jamaah Masjid Baiturrahman untuk terus memperkuat persatuan dan ukhuwah dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap masyarakat mampu menjadi teladan dalam menjaga kedamaian, mempererat silaturahmi, serta menghindari sikap yang dapat merusak keharmonisan bersama. “Mari kita rawat persaudaraan, karena persatuan adalah kekuatan dan ukhuwah adalah jalan menuju kehidupan yang penuh keberkahan.(Paidi).

