Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Perkuat Iman Umat Melalui Refleksi Pekan Laudato Si

Medan (Humas) – Dalam rangka melaksanakan pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada umat, Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendalaman Pekan Laudato Si pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 20.00–21.30 WIB. Kegiatan dilaksanakan di rumah keluarga J. Saragih/br. Tarigan, Jl. Keluarga Gg. Aman, Kelurahan Asam Kumbang, Kota Medan, dan diikuti oleh umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal.

Materi pendalaman bersumber dari Matius 6:26-30, yang mengisahkan pengajaran Yesus mengenai burung-burung di udara dan bunga bakung di ladang. Melalui bacaan tersebut, umat diajak untuk merenungkan perhatian dan pemeliharaan Allah terhadap seluruh ciptaan-Nya. Pesan tersebut menjadi dasar refleksi untuk membangun kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat lingkungan hidup.

Dalam penyampaian materi, Roni Antonius Sitanggang mengajak umat untuk melihat alam sebagai bagian dari karya kasih Allah yang harus dihargai dan dipelihara. Alam bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan tanpa batas, tetapi merupakan rumah bersama yang menopang kehidupan manusia dan seluruh makhluk ciptaan. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan iman umat Kristiani.

Lebih lanjut, umat diajak untuk merefleksikan berbagai persoalan lingkungan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti sampah, pencemaran lingkungan, pemborosan sumber daya, serta kebiasaan hidup yang kurang memperhatikan kelestarian alam. Roni menekankan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana di rumah, lingkungan, dan masyarakat, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menjaga kebersihan, menghemat air dan energi, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Kegiatan pendalaman berlangsung dalam suasana doa, refleksi, dan dialog bersama. Umat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman serta pandangan mengenai upaya menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal. Melalui proses tersebut, peserta didorong untuk membangun komitmen bersama agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan Pendalaman Pekan Laudato Si ini, diharapkan umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta Stasi Sunggal semakin memiliki kesadaran ekologis dan memahami bahwa merawat ciptaan merupakan bagian dari panggilan iman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pembinaan yang menyentuh persoalan kehidupan umat, serta mendorong terbentuknya pola hidup yang bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan menjaga keutuhan ciptaan Tuhan.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *