Aksi Peduli Lingkungan, MIN 7 Medan Tanamkan Kepedulian dan Budaya Gotong Royong

Medan (Humas) — Dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan, madrasah melaksanakan kegiatan Aksi Peduli Lingkungan pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di seluruh lingkungan madrasah tersebut melibatkan guru, pegawai, serta siswa kelas III hingga kelas VI. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, seluruh warga madrasah bahu-membahu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, rapi, dan asri.

Kegiatan diawali dengan apel singkat dan pengarahan kepala madrasah kepada seluruh peserta. Dalam arahannya, kepala madrasah menekankan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar memiliki sikap disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui aksi nyata dengan melibatkan siswa secara langsung dalam menjaga dan menata lingkungan madrasah.

Usai apel, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membersihkan berbagai area madrasah. Para siswa bersama guru dan pegawai membersihkan ruang kelas, halaman, taman, saluran air, serta menata kembali tanaman yang ada di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusiasme, karena seluruh warga madrasah tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang nyaman untuk mendukung proses pembelajaran.

Semangat gotong royong semakin terlihat ketika guru dan pegawai turut turun langsung memberikan teladan kepada para siswa. Para siswa tampak antusias mengumpulkan sampah yang ditemukan di lingkungan madrasah, kemudian memilahnya berdasarkan jenis sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang terkumpul selanjutnya dikelola menjadi pupuk kompos yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, sehingga kegiatan kebersihan sekaligus menjadi pembelajaran praktis mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Kepala madrasah Safnita Fahmi Ahkam menyampaikan bahwa Aksi Peduli Lingkungan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan madrasah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun kebiasaan positif sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik sejak dini.

“Kegiatan Aksi Peduli Lingkungan ini bukan hanya bertujuan menciptakan lingkungan madrasah yang bersih dan nyaman, tetapi juga sebagai sarana menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Melalui pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos, kita mengajarkan kepada peserta didik bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Kepala Madrasah.

Ia berharap kepedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan melalui kegiatan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Budaya menjaga kebersihan, memilah sampah, dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah.

“Saya berharap budaya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik tidak hanya dilakukan saat kegiatan ini berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di rumah. Dengan demikian, pendidikan tentang kepedulian lingkungan tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan peserta didik,” tambahnya.

Melalui Aksi Peduli Lingkungan ini, madrasah berupaya membangun kesadaran bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan guru, pegawai, dan siswa juga diharapkan semakin memperkuat budaya gotong royong serta menciptakan rasa memiliki terhadap lingkungan madrasah.

Dengan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman, madrasah diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter peduli terhadap lingkungan. Pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos menjadi salah satu langkah sederhana namun nyata dalam mewujudkan madrasah yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *