Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., memberikan bimbingan dan sentuhan rohani kepada pasien rawat inap di RS USU Medan, Jalan Dr. Mansyur Nomor 66, Kelurahan Merdeka, Kota Medan, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan penguatan spiritual sekaligus motivasi kepada pasien agar tetap optimistis dalam menjalani proses pengobatan dan memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
Dalam kegiatan tersebut, Paidi didampingi sejumlah Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, di antaranya Al Huda dari KUA Medan Kota, Affan Sihite dari KUA Medan Perjuangan, dan Abdul Majid dari KUA Medan Johor. Para penyuluh secara bergantian mendatangi pasien Muslim dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Bimbingan juga diberikan kepada pasien yang masih menunggu kamar rawat inap dan berada di koridor rumah sakit.
Paidi dalam bimbingannya mengajak para pasien untuk senantiasa bersabar dan ikhlas dalam menerima ujian berupa penyakit. Menurutnya, sakit merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran, sembari tetap melakukan ikhtiar melalui pengobatan. “Kita harus senantiasa sabar dan ikhlas menerima takdir berupa penyakit yang bersumber dari Allah SWT serta terus berdoa, karena semua kejadian ini terjadi atas izin-Nya,” ujar Paidi.
Ia juga mengingatkan pasien agar tidak kehilangan harapan dan tetap menjaga kedekatan dengan Allah SWT. Menurut Paidi, selain menjalani pengobatan secara medis, doa dan kekuatan spiritual menjadi bagian penting dalam membangun ketenangan hati. “Jangan pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Allah. Di tengah ujian sakit, tetaplah yakin bahwa Allah memiliki kuasa untuk memberikan kesembuhan,” tambahnya.
Sementara itu, Affan Sihite menyampaikan pentingnya sikap tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT setelah seluruh ikhtiar dilakukan. Ia mengingatkan pasien agar tidak banyak mengeluh maupun berburuk sangka kepada Allah SWT. “Mari kita senantiasa tawakal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Jangan mengeluh, apalagi suuzan atau berburuk sangka kepada Allah,” pesannya.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut ditutup dengan muhasabah diri serta doa yang dipimpin Al Huda. Dengan suasana penuh kekhusyukan, para pasien diajak merenungkan perjalanan hidup, memperbanyak istighfar, dan memohon kekuatan serta kesembuhan kepada Allah SWT. Para penyuluh berharap sentuhan rohani tersebut dapat memberikan ketenangan batin, menumbuhkan semangat, serta memperkuat keyakinan pasien dalam menjalani proses pengobatan(Paidi)..

