Di Tengah Duka Warga, Penyuluh Kemenag Medan Hadir Berikan Pendampingan Keagamaan

Medan (Humas) — Di tengah suasana duka atas wafatnya Ali Akbar, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Amri Sembiring, hadir memberikan pendampingan keagamaan kepada keluarga dan warga di Jalan Puri, Gang Seri dan Gang Sedia, Kecamatan Medan Area, pada Kamis (20/8/2026). Pendampingan dilakukan melalui pelaksanaan fardhu kifayah sebagai bentuk kewajiban bersama terhadap warga yang telah meninggal dunia. Kehadiran penyuluh turut memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus membantu masyarakat menjalankan rangkaian pengurusan jenazah sesuai tuntunan agama. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dengan dukungan dan kepedulian masyarakat sekitar.

Amri Sembiring menjelaskan bahwa fardhu kifayah merupakan tanggung jawab keagamaan yang perlu dilaksanakan secara bersama ketika terdapat warga yang meninggal dunia. Menurutnya, kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka dapat diwujudkan melalui kehadiran, bantuan, dan pendampingan dalam proses pengurusan jenazah. “Fardhu kifayah merupakan kewajiban kita bersama, sehingga ketika ada warga yang meninggal dunia, kita perlu hadir dan membantu keluarga dalam melaksanakan kewajiban tersebut,” ujar Amri Sembiring. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian dan semangat saling membantu ketika ada warga yang membutuhkan.

Dalam pendampingan tersebut, Amri memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya melaksanakan fardhu kifayah sesuai dengan tuntunan agama. Ia mengingatkan bahwa pengetahuan tentang pengurusan jenazah perlu terus dipelajari agar masyarakat memiliki kesiapan ketika menghadapi keadaan serupa. “Pengetahuan tentang fardhu kifayah perlu terus dipelajari dan dipahami bersama, agar masyarakat memiliki bekal ketika ada warga yang membutuhkan bantuan dalam pengurusan jenazah,” katanya. Pembinaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan fardhu kifayah terhadap almarhum juga memperlihatkan semangat gotong royong warga di lingkungan sekitar. Masyarakat turut mengambil bagian dalam membantu keluarga yang ditinggalkan, sementara pendampingan keagamaan diberikan agar proses pengurusan jenazah berjalan dengan tertib. Amri menilai kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa nilai keagamaan dapat tumbuh melalui kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata. “Dalam suasana duka, kehadiran dan bantuan dari lingkungan sekitar sangat berarti bagi keluarga yang ditinggalkan, karena mereka tidak merasa menghadapi keadaan ini seorang diri,” ungkapnya.

Bagi Penyuluh Agama Islam, pendampingan fardhu kifayah menjadi bagian dari pembinaan yang hadir langsung ketika masyarakat membutuhkan. Kehadiran penyuluh tidak hanya memberikan pemahaman mengenai aspek keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan dan komunikasi dengan warga. “Pembinaan keagamaan tidak selalu dilakukan dalam ruang pengajian, tetapi juga melalui kehadiran kita ketika masyarakat membutuhkan pendampingan dan penguatan,” ujar Amri. Menurutnya, pelayanan yang diberikan secara langsung dapat membantu masyarakat menjalankan kewajiban agama sekaligus memperkuat kepedulian antarwarga.

Pelaksanaan fardhu kifayah terhadap jenazah almarhum Ali Akbar di Jalan Puri, Gang Seri dan Gang Sedia, Kecamatan Medan Area, berlangsung dengan tertib serta mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. Di tengah suasana kehilangan, kebersamaan warga menjadi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus memperlihatkan kuatnya nilai kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat. Pendampingan Amri Sembiring turut memberikan ruang bagi warga untuk menjalankan kewajiban keagamaan dengan lebih terarah dan penuh kebersamaan. Dari momentum duka tersebut, semangat gotong royong dan kepedulian kembali terlihat dalam tindakan warga yang saling menguatkan serta membantu keluarga yang sedang berduka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *