Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan kembali memberikan pelayanan penyuluhan dan pembinaan iman melalui program Bina Rohani Katolik di Radio Maria Medan, Kamis (20/08/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Catholic Center Christosophia Medan lantai 5, Jalan Mataram No. 21, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, menghadirkan Ricardo Simamora sebagai narasumber pertama dan Roni Antonius Sitanggang sebagai narasumber kedua, dengan dipandu oleh penyiar Radio Maria Medan sebagai host.
Dalam siaran tersebut, Ricardo dan Roni membawakan materi bertema “Memahami Ajaran Paus Pius XII tentang Devosi kepada Hati Kudus Yesus dan Implementasinya bagi Hidup Kaum Beriman.” Pembahasan diarahkan untuk membantu umat memahami devosi secara lebih mendalam, bukan sekadar sebagai praktik kesalehan, melainkan sebagai ungkapan cinta bakti, penyerahan diri, kesetiaan, kerendahan hati, dan kepercayaan kepada Yesus Kristus.
Ricardo menjelaskan bahwa Devosi Hati Kudus Yesus berakar pada kasih Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus yang rela menderita dan wafat di kayu salib demi keselamatan manusia. Ia juga memaparkan perkembangan historis devosi tersebut, termasuk peran sejumlah orang kudus Gereja hingga Santa Margareta Maria Alacoque yang sangat dikenal dalam perkembangan devosi Hati Kudus Yesus. “Devosi kepada Hati Kudus Yesus mengajak umat semakin mengenal kasih Kristus dan menyerahkan diri secara sungguh-sungguh kepada-Nya, sehingga kasih itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ricardo.
Roni kemudian menguraikan ajaran Paus Pius XII melalui Ensiklik Haurietis Aquas yang diterbitkan pada 15 Mei 1956. Ensiklik tersebut menegaskan dasar penghormatan kepada Hati Kudus Yesus sekaligus menanggapi berbagai pandangan keliru mengenai devosi tersebut. Hati Yesus dipahami memiliki dasar Kristologis karena bersatu dengan Pribadi Putra Allah yang menjadi manusia, sekaligus menjadi lambang kasih Yesus yang tanpa batas kepada umat manusia.
“Devosi kepada Hati Kudus Yesus tidak berhenti pada doa atau ungkapan lahiriah, tetapi harus membawa transformasi hidup. Umat dipanggil memiliki hati yang semakin menyerupai Hati Kristus, penuh kasih, pengampunan, kesetiaan, dan belas kasih kepada sesama,” ungkap Roni. Ia juga menjelaskan bahwa penghayatan devosi dapat membantu umat bertumbuh dalam buah-buah rohani seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Melalui penyuluhan iman di Radio Maria Medan ini, Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan berharap umat semakin memahami makna Devosi Hati Kudus Yesus dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata. Devosi yang dihayati dengan benar diharapkan semakin menggairahkan iman, menumbuhkan kasih kepada Allah dan sesama, serta mendorong umat untuk hidup dalam pertobatan, rekonsiliasi, kekudusan, dan belas kasih sebagaimana teladan Hati Kristus.

