“Arti Gereja” Jadi Tema Katekese Lima Menit, Penyuluh Agama Katolik Ajak Umat Kesawan Memperkuat Persekutuan Iman

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Zetra Hail Saragih, membawakan pembinaan iman melalui program Katekese Lima Menit dengan tema “Arti Gereja” bagi umat Lingkungan Santa Maria Tidak Bernoda Kesawan, Paroki Santa Perawan Maria yang Dikandung Tanpa Noda Katedral Medan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Serbaguna Paroki Katedral, Jalan Pemuda No. 1, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, pada Kamis (20/8/2026), pukul 19.30 hingga 21.00 WIB.

Dalam pemaparannya, Zetra menjelaskan makna Gereja secara etimologis serta berdasarkan kesaksian Kitab Suci, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Secara etimologis, istilah Gereja berasal dari bahasa Portugis igreja, yang berakar dari bahasa Latin ecclesia dan bahasa Yunani ekklesia, yang berarti kumpulan atau persekutuan orang-orang yang dipanggil. Pemahaman tersebut sejalan dengan istilah qahal dalam Perjanjian Lama yang menunjuk pada umat yang dipanggil dan dikumpulkan oleh Allah. Karena itu, Gereja pada hakikatnya bukan sekadar bangunan fisik tempat umat beribadat, melainkan persekutuan umat yang dipanggil Allah untuk hidup dalam iman.

Zetra juga menjelaskan bahwa dalam pemahaman Katolik, Gereja merupakan persekutuan umat beriman yang dipersatukan dalam Kristus. Gereja bukan hanya menunjuk pada bangunan tempat umat berkumpul dan beribadat, tetapi terutama pada umat Allah yang hidup dalam iman dan persaudaraan. Hal ini ditegaskan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) Nomor 752 yang menjelaskan bahwa Gereja menunjuk pada umat yang dipanggil dan dikumpulkan oleh Allah.

Lebih lanjut, Zetra menekankan bahwa memahami arti Gereja harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui semangat persaudaraan dan persekutuan. Menurutnya, membangun Gereja tidak cukup hanya dengan memperhatikan kemegahan bangunan fisik, tetapi jauh lebih penting membangun umat yang hidup dalam kasih, saling menghargai, saling mengampuni, membantu sesama, serta menghadirkan nilai-nilai Kristiani di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

“Melalui katekese ini, kita diingatkan bahwa Gereja bukan hanya tempat kita beribadat, melainkan kita sendiri adalah bagian dari persekutuan umat beriman yang dipanggil untuk menghadirkan kasih Kristus di tengah dunia. Karena itu, marilah kita terus membangun persaudaraan, memperkuat persekutuan, dan menjadi tanda kasih Kristus bagi sesama,” ujar Zetra Hail Saragih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *