Medan (Humas) — Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Kristen (PAK) Tingkat Menengah dilaksanakan di Kecamatan Medan Marelan pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru PAK untuk memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Pembinaan berlangsung dengan baik dan diikuti dengan semangat kebersamaan oleh para peserta. Kehadiran pengawas dalam kegiatan tersebut turut memberikan penguatan bagi guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pembelajaran.
Pengawas PAK Kementerian Agama Kota Medan, Pasti Erika Siregar, turut memberikan pembinaan dalam kegiatan tersebut. Ia mendorong para guru untuk memanfaatkan MGMP sebagai wadah pengembangan kompetensi sekaligus memperkuat komunikasi antarguru. “MGMP menjadi wadah yang penting bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mencari solusi terhadap berbagai kebutuhan dalam proses pembelajaran,” ujar Pasti Erika Siregar. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun melalui forum tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah.
Pasti Erika Siregar menjelaskan bahwa MGMP dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan profesional para guru secara berkelanjutan. Forum tersebut tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga dapat digunakan untuk mendiskusikan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. “Guru perlu terus mengembangkan diri agar pembelajaran PAK dapat disampaikan dengan baik dan mampu memberikan penguatan karakter kepada peserta didik,” katanya. Pengembangan kompetensi tersebut dinilai penting agar pembelajaran agama dapat berjalan secara relevan dan memberikan nilai tambah bagi peserta didik.
Dalam pembinaan tersebut, para guru juga didorong untuk memperhatikan perkembangan peserta didik secara menyeluruh dalam proses pembelajaran. Pasti Erika Siregar menilai pembelajaran Pendidikan Agama Kristen tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk sikap dan karakter peserta didik. “Pembelajaran agama bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi bagaimana nilai yang diajarkan dapat terlihat dalam sikap dan perilaku peserta didik,” ungkapnya. Karena itu, guru diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan agama dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan MGMP juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk memperkuat jejaring profesional dan membangun budaya saling belajar. Berbagai pengalaman yang dimiliki masing-masing guru dapat menjadi bahan diskusi untuk menemukan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi peserta didik. Pasti Erika Siregar menyampaikan bahwa komunikasi dan kerja sama antarguru perlu terus dijaga agar pengembangan pembelajaran dapat dilakukan secara bersama. “Mari kita manfaatkan MGMP ini sebagai ruang untuk saling menguatkan dan menghasilkan pembelajaran yang semakin baik bagi peserta didik,” ujarnya.
Pembinaan MGMP PAK Tingkat Menengah di Kecamatan Medan Marelan berlangsung dengan baik serta diikuti secara aktif oleh para guru. Pertemuan tersebut memberikan ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperkaya wawasan dan pengalaman dalam pelaksanaan pembelajaran PAK. Interaksi yang terbangun selama pembinaan menjadi bagian dari proses pengembangan profesional guru yang dapat terus dilanjutkan melalui forum MGMP. Dari ruang kolaborasi antarguru, berbagai gagasan pembelajaran dapat berkembang menjadi praktik yang lebih kontekstual dan membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar agama yang semakin bermakna.

