Bimluh PAI Kemenag Medan Ajak Jamaah Teladani Rasulullah SAW dalam QS. Al-Ahzab Ayat 21

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Medan melalui KUA Kecamatan Medan Belawan melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) di MT Amaliyah, Jalan Jawa, Kelurahan Belawan 2, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Lela Hamidah, S.Ag., PAI KUA Kecamatan Medan Belawan, sebagai narasumber dengan materi tentang keteladanan Rasulullah SAW dalam QS. Al-Ahzab ayat 21. Melalui kegiatan tersebut, jamaah diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bimluh menjadi salah satu upaya PAI Kemenag Medan dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Lela Hamidah menjelaskan bahwa QS. Al-Ahzab ayat 21 menegaskan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik bagi umat Islam. Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga dalam akhlak, kesabaran, kejujuran, kasih sayang, tanggung jawab, serta cara menghadapi berbagai persoalan kehidupan. “Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi kita, sehingga keteladanan beliau harus kita hadirkan dalam kehidupan, bukan hanya kita kenal melalui kisah-kisahnya,” ujar Lela Hamidah. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan sifat dan perilaku Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Lela Hamidah juga mengajak jamaah untuk menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, hubungan dalam keluarga perlu dibangun dengan kasih sayang, saling menghormati, kesabaran dalam menghadapi perbedaan, serta membiasakan diri berkata dan berbuat baik. “Meneladani Rasulullah SAW dapat kita mulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga ucapan, bersikap sabar, menyayangi keluarga, dan menghormati orang lain,” katanya. Dengan menerapkan nilai tersebut secara konsisten, jamaah diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh kebaikan.

Lebih lanjut, Lela Hamidah menyampaikan bahwa meneladani Rasulullah SAW merupakan salah satu bentuk kecintaan seorang Muslim kepada beliau. Kecintaan tersebut hendaknya diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah SWT, memperbanyak salawat, mengikuti sunah Rasulullah, serta terus memperbaiki akhlak dalam kehidupan bermasyarakat. “Kecintaan kepada Rasulullah SAW jangan hanya diwujudkan dengan ucapan, tetapi harus dibuktikan melalui ketaatan, mengikuti sunah beliau, dan memperbaiki akhlak kita,” ungkapnya. Ia mengingatkan jamaah bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurut Lela Hamidah, QS. Al-Ahzab ayat 21 juga memberikan pengingat bahwa keteladanan Rasulullah SAW sangat penting bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah SWT, meyakini hari akhir, dan banyak mengingat Allah. Karena itu, jamaah MT Amaliyah diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilai yang telah disampaikan. “Mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai contoh dalam kehidupan agar kita menjadi pribadi Muslim yang beriman, sabar, amanah, dan berakhlak mulia,” tuturnya. Ia berharap pembinaan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kecintaan jamaah kepada Rasulullah SAW.

Kegiatan Bimluh di MT Amaliyah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan mendapat antusiasme dari jamaah. Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Ashar berjamaah sebagai bentuk penguatan ibadah sekaligus pengamalan nilai-nilai keislaman yang telah disampaikan. Melalui kegiatan tersebut, PAI Kemenag Medan melalui KUA Kecamatan Medan Belawan berharap jamaah semakin memahami pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga materi yang disampaikan dapat kita amalkan bersama sehingga kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya dalam ucapan, tetapi juga tercermin melalui akhlak dan perbuatan kita,” pungkas Lela Hamidah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *