Medan (Humas) – Roni Antonius Sitanggang sebagai Penyuluh Agama Katolik Medan Sunggal sampaikan pesan Sabda kepada Pengurus Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal yang melaksanakan kegiatan Rekoleksi Pengurus Gereja pada Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB. Kegiatan bertempat di Kapel Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan (PPU KAM), Desa Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Rekoleksi ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus penyegaran iman bagi para pengurus dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah umat.
Kegiatan rekoleksi diikuti oleh 44 orang pengurus Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk mengambil waktu sejenak dari rutinitas pelayanan guna melakukan refleksi terhadap kehidupan iman, motivasi pelayanan, serta tanggung jawab sebagai pelayan Gereja. Rekoleksi diharapkan dapat membantu para pengurus memperbarui semangat dan komitmen dalam melayani umat.
Pendalaman rohani dalam rekoleksi menggunakan sumber Kitab Suci Matius 23:23-26. Dalam perikop tersebut, Yesus memberikan teguran kepada kaum Farisi dan ahli Taurat karena terlalu menekankan hal-hal lahiriah dalam menjalankan kehidupan keagamaan, sementara perkara yang lebih penting seperti keadilan, belas kasih, dan kesetiaan justru diabaikan. Sabda tersebut menjadi bahan refleksi bagi para pengurus dalam menjalankan pelayanan Gereja.
Melalui pendalaman Sabda Tuhan, para peserta diajak untuk menyadari bahwa pelayanan Gereja tidak boleh hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas dan kegiatan secara administratif. Setiap pelayanan harus dilandasi oleh iman, kasih, keadilan, belas kasih, dan kesetiaan kepada Tuhan. Seorang pengurus Gereja diharapkan mampu menghadirkan wajah Kristus melalui sikap rendah hati, terbuka, dan peduli terhadap kebutuhan umat.
Rekoleksi juga menjadi kesempatan bagi para pengurus untuk melakukan evaluasi terhadap kehidupan bersama dalam pelayanan. Para peserta diajak membangun semangat kerja sama, menghindari sikap mementingkan diri sendiri, serta mengutamakan persatuan dan kepentingan umat. Dengan demikian, tugas kepengurusan tidak dipandang sebagai jabatan, melainkan sebagai panggilan untuk melayani dan membangun kehidupan Gereja yang semakin baik.
Melalui Rekoleksi Pengurus Gereja ini, diharapkan 44 peserta semakin diteguhkan dalam iman dan memperoleh semangat baru dalam melaksanakan tugas pelayanan di Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal. Sabda Tuhan dalam Matius 23:23-26 diharapkan menjadi pedoman agar setiap pengurus senantiasa mengutamakan keadilan, belas kasih, dan kesetiaan, sehingga pelayanan yang dilakukan sungguh menjadi wujud nyata kasih Kristus dan membawa manfaat bagi seluruh umat.(RAS/PAI).

