Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Drs. H. Fuji, MA., memberikan bimbingan dan penyuluhan kerohanian kepada pasien RSJ Bina Karsa yang beralamat di Jalan Palas III No. 19, Kelurahan Simpang Selayang, Kota Medan, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Penyuluh Agama Islam KUA Medan Tembung, Suriadi, MA. Bimbingan ini menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para pasien dalam menjalani proses pemulihan.
Dalam pelaksanaannya, penyuluh agama memberikan bimbingan sesuai dengan agama yang dianut pasien. Penyuluh Agama Islam secara khusus memberikan pendampingan kepada pasien beragama Islam, sedangkan pasien yang beragama lain mendapatkan pelayanan dan penyuluhan dari penyuluh agama sesuai agama masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus menumbuhkan semangat pasien untuk menjalani proses kesembuhan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat bersama yang dipimpin oleh Fuji. Para pasien mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian sehingga suasana terasa lebih tenang, khidmat, dan menghibur. Fuji kemudian memberikan motivasi agar para pasien tetap memiliki semangat untuk sembuh serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Kita harus terus berdoa kepada Allah SWT. Allah yang memberikan penyakit dan Allah juga yang akan memberikan kesembuhan,” ujar Fuji.
Selanjutnya, Suriadi, membacakan sejumlah ayat suci Al-Qur’an dengan lantunan yang merdu. Bacaan tersebut membuat suasana bimbingan semakin hening dan khidmat. Suriadi mengingatkan pasien bahwa Al-Qur’an memiliki nilai ketenangan dan menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. “Al-Qur’an adalah obat. Jika ingin mendapatkan ketenangan dan kesembuhan, maka rajinlah membaca Al-Qur’an setiap saat dan setiap waktu,” ungkap Suriadi.
Bimbingan kerohanian kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin kembali oleh Fuji. Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan dan harapan agar seluruh pasien RSJ Bina Karsa diberikan kesehatan, ketenangan hati, kekuatan mental, serta kesembuhan oleh Allah SWT. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi penyuluh untuk terus hadir memberikan dukungan moral dan spiritual kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
Bimbingan kerohanian di RSJ Bina Karsa menunjukkan bahwa penguatan spiritual dapat menjadi bagian penting dalam membangun semangat dan harapan pasien selama menjalani proses pemulihan. Melalui shalawat, lantunan ayat suci Al-Qur’an, motivasi, dan doa, para penyuluh berharap pasien semakin kuat secara mental dan spiritual serta tidak kehilangan harapan untuk meraih kesembuhan.(Paidi).

