Medan (Humas) — Semangat mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari pembinaan keagamaan dalam kegiatan Arisan Haji Almukarromah, Minggu (30/8/2026). Melalui Bimbingan dan Penyuluhan Agama Islam (Bimluh), Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Tamrin Butar-Butar, mengajak jamaah menjadikan kebersamaan bukan hanya sebagai sarana berkumpul, tetapi juga sebagai ruang untuk saling mengingatkan, memberikan motivasi, dan menguatkan dalam menjalankan kebaikan. Pembinaan tersebut diharapkan mampu mendorong jamaah untuk membawa semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan ke dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.
Dalam bimbingannya, Tamrin menjelaskan bahwa silaturahmi merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Menurutnya, hubungan yang baik antarsesama akan melahirkan rasa saling peduli dan membantu seseorang ketika menghadapi persoalan kehidupan. Karena itu, kegiatan perkumpulan seperti Arisan Haji Almukarromah dapat dikembangkan menjadi ruang yang memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam membangun kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan semangat berbuat baik.
“Kita berkumpul bukan hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, dan bersama-sama menjaga semangat dalam melakukan kebaikan. Setiap orang memiliki keadaan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, jangan sampai pertemuan kita hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk saling memberikan energi positif dan mengingatkan bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk terus berbuat baik,” ujar Tamrin.
Ia menyampaikan bahwa semangat saling menguatkan dalam kebaikan dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat. Jamaah dapat memberikan perhatian kepada anggota yang sedang mengalami kesulitan, membantu ketika ada yang membutuhkan, serta memberikan dukungan moral kepada sesama. Menurutnya, kepedulian sederhana yang dilakukan dengan tulus dapat memberikan dampak besar bagi orang lain dan sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan dalam kelompok.
“Kebaikan akan lebih mudah kita lakukan apabila kita saling mendukung dan mengingatkan. Kalau ada saudara kita yang sedang mengalami kesulitan, jangan kita biarkan menghadapi sendiri. Hadirlah dengan kepedulian, berikan semangat, dan kalau kita mampu membantu, bantulah. Begitu juga ketika ada yang mulai lemah dalam beribadah atau semangat berbuat baiknya menurun, mari kita ingatkan dengan cara yang baik, bukan dengan menghakimi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tamrin mengingatkan bahwa dalam membangun kebersamaan, jamaah perlu menjaga sikap dan ucapan agar tidak menimbulkan perselisihan. Perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, namun perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutuskan silaturahmi. Ia mengajak jamaah mengedepankan sikap saling memahami, menghormati, dan memaafkan sehingga hubungan antarsesama tetap terjaga dengan baik.
“Jangan karena persoalan kecil kemudian silaturahmi menjadi renggang. Kalau ada perbedaan pendapat, mari kita selesaikan dengan kepala dingin. Jangan mudah tersinggung, jangan mudah menyimpan sakit hati, dan jangan pula membicarakan keburukan saudara kita. Kalau ada kesalahan, mari kita belajar memaafkan, karena menjaga persaudaraan jauh lebih penting daripada mempertahankan ego masing-masing,” tuturnya.
Dalam Bimluh tersebut, Tamrin juga mengajak jamaah memahami bahwa ukhuwah Islamiyah bukan hanya sebatas hubungan yang baik ketika berkumpul, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata. Menurutnya, persaudaraan akan semakin kuat apabila setiap anggota memiliki rasa tanggung jawab terhadap kondisi sesamanya. Sikap saling membantu, berbagi rezeki, menjenguk ketika sakit, memberikan dukungan ketika menghadapi musibah, serta turut berbahagia atas keberhasilan orang lain merupakan bagian dari bentuk nyata menjaga ukhuwah.
“Ukhuwah itu jangan hanya kita ucapkan, tetapi harus terlihat dalam tindakan. Ketika saudara kita sakit, kita jenguk. Ketika ada yang mengalami musibah, kita hadir memberikan penguatan. Ketika ada yang mendapatkan kebahagiaan, kita ikut bersyukur dan mendoakannya. Dengan begitu, persaudaraan yang kita bangun tidak hanya menjadi hubungan dalam sebuah kelompok, tetapi menjadi ikatan yang benar-benar memberikan manfaat,” ungkap Tamrin.
Tamrin juga menekankan pentingnya menjadikan pertemuan jamaah sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas ibadah. Menurutnya, lingkungan yang baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap semangat seseorang dalam menjalankan ajaran agama. Ketika jamaah saling mengingatkan tentang shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbanyak doa, serta melakukan amal kebajikan lainnya, maka pertemuan tersebut akan memberikan manfaat spiritual yang lebih besar.
“Lingkungan sangat memengaruhi semangat kita dalam berbuat baik. Kalau kita berada di lingkungan yang saling mengingatkan untuk beribadah dan melakukan kebaikan, insyaallah kita akan lebih kuat. Karena itu, mari jadikan perkumpulan ini sebagai ruang untuk saling memotivasi, bukan hanya dalam urusan sosial, tetapi juga dalam meningkatkan hubungan kita dengan Allah SWT,” katanya.
Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak merasa lelah dalam melakukan kebaikan meskipun hasilnya terkadang tidak langsung terlihat. Menurutnya, setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai di hadapan Allah SWT. Semangat tersebut perlu terus dijaga dengan saling memberikan dukungan, karena manusia pada dasarnya membutuhkan lingkungan yang dapat mengingatkan dan memberikan motivasi ketika semangat mulai melemah.
“Jangan merasa bahwa kebaikan kita sia-sia hanya karena tidak langsung mendapatkan balasan dari manusia. Teruslah berbuat baik karena Allah. Kalau suatu saat kita lelah, di situlah pentingnya saudara-saudara kita hadir untuk memberikan semangat. Hari ini mungkin kita yang menguatkan orang lain, tetapi suatu saat bisa jadi kita yang membutuhkan penguatan,” jelas Tamrin.
Sebagai Penyuluh Agama Islam, Tamrin menegaskan bahwa kegiatan Bimluh merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Materi penyuluhan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mendorong jamaah menerapkan nilai-nilai Islam dalam hubungan sosial. Dengan demikian, kelompok masyarakat seperti Arisan Haji Almukarromah dapat berkembang menjadi ruang yang memperkuat ibadah sekaligus kepedulian terhadap sesama.
“Pembinaan keagamaan akan lebih bermakna apabila apa yang kita dengarkan dapat kita praktikkan dalam kehidupan. Karena itu, mari kita bawa pesan dari pertemuan ini ke rumah masing-masing. Jadilah orang yang lebih peduli kepada keluarga, lebih baik kepada tetangga, lebih ringan membantu sesama, dan lebih kuat dalam menjalankan ibadah,” ujar Tamrin.
Ia berharap kebersamaan yang telah terbangun dalam Arisan Haji Almukarromah dapat terus dipelihara dan memberikan manfaat bagi seluruh jamaah. Menurutnya, silaturahmi yang terjaga akan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sedangkan semangat saling menguatkan akan membuat jamaah lebih mudah mempertahankan kebiasaan baik. Karena itu, setiap pertemuan diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperbarui niat, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan amal kebaikan.
“Saya berharap kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi ruang bagi kita untuk saling memberikan semangat dalam beribadah, berbuat baik, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Jangan hanya bertemu ketika ada kegiatan, tetapi bangun kepedulian yang nyata. Kalau kita saling menguatkan dalam kebaikan, insyaallah bukan hanya diri kita yang menjadi lebih baik, tetapi keluarga dan lingkungan kita juga akan merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Melalui Bimluh di Arisan Haji Almukarromah, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus berupaya memberikan pembinaan keagamaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pesan tentang pentingnya silaturahmi, kepedulian, ukhuwah Islamiyah, dan saling menguatkan dalam kebaikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi jamaah untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Dengan kebersamaan yang dilandasi nilai-nilai keislaman, jamaah diharapkan mampu menjadi lingkungan yang saling mendukung dalam kebaikan serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

