Medan (Humas) — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan diwujudkan melalui kegiatan berbagi sembako yang dilaksanakan pada Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok. Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Masdar Tambusai, S.Ag., turut hadir dan menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan tersebut, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meringankan sebagian kebutuhan sehari-hari para penerima.
Masdar Tambusai menyampaikan bahwa berbagi dengan sesama merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Menurutnya, setiap rezeki yang dimiliki tidak hanya menjadi hak pribadi, tetapi di dalamnya terdapat kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Ia mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk tidak ragu menyisihkan sebagian rezekinya, karena kepedulian tidak harus dimulai dari jumlah yang besar.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berbagi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Jangan melihat besar atau kecilnya bantuan, tetapi lihatlah niat dan manfaat yang bisa diberikan. Mudah-mudahan sembako yang kita salurkan hari ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka dan menjadi bagian dari rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujar Masdar.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat yang beragam membuat kepedulian sosial perlu terus ditumbuhkan. Ketika kebutuhan pokok mengalami kenaikan, sebagian masyarakat tentu merasakan beban yang lebih berat dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, menurut Masdar, kegiatan berbagi seperti ini menjadi salah satu bentuk sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.
“Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, ada saudara-saudara kita yang mungkin harus lebih berhati-hati mengatur pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kalau kita memiliki kemampuan, mari kita sisihkan sebagian rezeki untuk membantu. Mungkin bagi kita nilainya tidak seberapa, tetapi bagi penerima bisa sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” jelasnya.
Masdar menegaskan bahwa berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta dalam jumlah besar. Menurutnya, kepedulian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sesuai dengan kemampuan masing-masing, baik berupa bahan makanan, tenaga, waktu, maupun perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat tersebut perlu dibangun secara bersama-sama agar kepedulian sosial menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
“Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Selama kita memiliki sesuatu yang bisa diberikan, mari kita berbagi sesuai kemampuan. Ada yang bisa berbagi sembako, ada yang bisa membantu dengan tenaga, ada yang bisa memberikan waktu, bahkan perhatian dan kepedulian pun merupakan bentuk kebaikan. Yang terpenting adalah keikhlasan dan keinginan untuk membantu sesama,” tuturnya.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, Masdar menilai kegiatan berbagi juga memiliki nilai spiritual yang penting. Menurutnya, ketika seseorang membantu orang lain dengan ikhlas, maka ia tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima bantuan, tetapi juga melatih dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi. Sikap tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kepedulian, tolong-menolong, dan berbagi kepada sesama.
“Berbagi bukan sekadar menyerahkan satu paket sembako kepada seseorang. Di balik itu ada pesan bahwa kita tidak hidup sendiri. Ada orang lain yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita. Ketika kita mau membantu, kita sedang membangun kepedulian dan memperkuat persaudaraan. Inilah nilai agama yang harus terus kita hidupkan di tengah masyarakat,” ungkap Masdar.
Dalam kesempatan tersebut, Masdar juga mengingatkan bahwa rezeki merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, salah satu cara menjaga keberkahan rezeki adalah dengan menyisihkan sebagian untuk membantu orang lain. Ia berharap masyarakat yang menerima bantuan tidak hanya terbantu secara kebutuhan, tetapi juga merasakan perhatian dan kepedulian dari lingkungan sekitarnya.
“Rezeki yang kita miliki adalah amanah. Jangan sampai kita hanya melihat rezeki dari jumlah yang kita punya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan. Ketika Allah memberikan kita kemampuan lebih, maka mari gunakan sebagian kemampuan itu untuk membantu orang lain. Insyaallah, apa yang kita keluarkan di jalan kebaikan tidak akan sia-sia,” katanya.
Masdar juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan kegiatan berbagi sebagai kegiatan sesaat. Menurutnya, kepedulian sosial perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya masyarakat. Dengan adanya kepedulian yang terus terjaga, masyarakat diharapkan dapat saling memperhatikan, terutama terhadap mereka yang berada dalam kondisi ekonomi yang membutuhkan dukungan.
“Semangat berbagi jangan hanya muncul ketika ada kegiatan tertentu. Mari kita jadikan kepedulian sebagai kebiasaan. Perhatikan tetangga kita, saudara kita, dan orang-orang di sekitar kita. Kalau ada yang membutuhkan dan kita mampu membantu, jangan menunggu sampai mereka meminta. Dengan begitu, kehidupan masyarakat akan terasa lebih kuat karena kita saling menjaga dan saling membantu,” ujar Masdar.
Kegiatan berbagi sembako tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Penyuluh Agama Islam dan masyarakat. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dapat memberikan manfaat sosial. Menurut Masdar, penyuluh agama memiliki peran untuk mengajak masyarakat menghubungkan nilai-nilai agama dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun kepedulian terhadap sesama.
“Penyuluhan agama tidak hanya berbicara tentang teori atau menyampaikan nasihat. Nilai-nilai agama harus kita hadirkan dalam kehidupan nyata. Ketika kita mengajarkan tentang kepedulian, maka kita juga harus berusaha menunjukkan kepedulian itu. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini dapat menjadi contoh bahwa ajaran agama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan sedikit kebahagiaan bagi masyarakat penerima bantuan sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus bersyukur. Masdar juga mendoakan agar masyarakat yang menerima bantuan diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan bersama keluarga.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan saudara-saudara kita. Jangan melihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi mudah-mudahan ada keberkahan di dalamnya. Saya juga berharap mereka yang menerima bantuan senantiasa diberikan kesehatan, dimudahkan rezekinya, dan diberikan kekuatan dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Melalui kegiatan berbagi sembako tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus mendorong tumbuhnya kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Semangat gotong royong, saling membantu, dan memperhatikan masyarakat yang membutuhkan diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Masdar Tambusai berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Menurutnya, masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang memiliki kemampuan secara ekonomi, tetapi juga masyarakat yang memiliki kepedulian dan kesediaan untuk saling membantu ketika ada yang membutuhkan.
“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kebahagiaan tidak hanya ketika kita menerima, tetapi juga ketika kita mampu memberi. Mari kita terus bersyukur atas nikmat Allah SWT dengan berbagi kepada sesama, memperhatikan mereka yang membutuhkan, dan menghadirkan manfaat di lingkungan kita. Semoga Allah melapangkan rezeki kita semua, memberikan keberkahan dalam kehidupan, dan menjadikan kita pribadi yang senantiasa ringan tangan dalam membantu orang lain,” pungkasnya.

