Medan (Humas) — Kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi salah satu kunci dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan berdaya. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Podcast IKMA Channel episode ke-39 yang mengangkat tema “Kolaborasi Kecamatan dan KUA dalam Mewujudkan Masyarakat Medan Amplas yang Harmonis, Religius, dan Berdaya,” Rabu (26/8/2026). Podcast yang dipandu Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim, S.Ag., M.A., menghadirkan Camat Medan Amplas, Zulfahmi Tarigan, S.IP., M.SP., sebagai narasumber.
Dalam dialog tersebut, Zulfahmi Tarigan memaparkan berbagai potensi sekaligus tantangan yang dihadapi Kecamatan Medan Amplas dalam membangun masyarakat. Menurutnya, pembangunan wilayah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pelayanan pemerintahan, tetapi juga menyangkut kualitas kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai unsur, termasuk lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat itu sendiri.
“Pembangunan kecamatan tidak bisa hanya dilihat dari pembangunan infrastrukturnya saja. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita membangun masyarakatnya, menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, rukun, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang. Untuk itu, kolaborasi seluruh unsur yang ada di Kecamatan Medan Amplas sangat dibutuhkan,” ujar Zulfahmi.
Pembahasan kemudian diarahkan pada peran KUA dalam mendukung pembangunan masyarakat. H. Muhammad Lukman Hakim menjelaskan bahwa KUA memiliki tugas yang lebih luas daripada sekadar memberikan pelayanan administrasi pernikahan. KUA juga memiliki peran dalam pembinaan keluarga, bimbingan keagamaan, penyuluhan kepada masyarakat, serta membangun kesadaran keagamaan yang dapat memperkuat kehidupan sosial.
“KUA hadir bukan hanya ketika masyarakat akan melangsungkan pernikahan. Setelah itu pun ada tanggung jawab pembinaan melalui penyuluh agama, bimbingan keluarga, edukasi keagamaan, dan berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat. Karena itu, kami ingin KUA benar-benar hadir dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap H. Muhammad Lukman Hakim.
Salah satu pembahasan penting dalam podcast tersebut adalah upaya membangun kerukunan dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang beragam. Zulfahmi menilai perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus dikelola dengan komunikasi, sikap saling menghormati, dan semangat kebersamaan. Menurutnya, pemerintah bersama tokoh agama dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan suasana yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman.
“Kerukunan tidak lahir dengan sendirinya, tetapi harus terus dirawat. Kita harus membangun komunikasi, saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persatuan. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, sehingga peran tokoh agama, KUA dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat,” kata Zulfahmi.
Podcast tersebut juga membahas ketahanan keluarga dan tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Keluarga dinilai memiliki posisi penting sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, penguatan nilai agama, komunikasi antara orang tua dan anak, serta pendampingan terhadap generasi muda perlu mendapatkan perhatian bersama.
H. Muhammad Lukman Hakim menegaskan bahwa keluarga yang kuat akan memberikan kontribusi besar terhadap terciptanya masyarakat yang kuat. Ia mendorong agar pasangan suami istri dan para orang tua terus meningkatkan pemahaman agama serta membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga. “Ketahanan keluarga merupakan fondasi penting dalam kehidupan masyarakat. Kalau keluarga kita kuat, memiliki nilai agama dan komunikasi yang baik, insyaallah anak-anak kita juga akan tumbuh dengan karakter yang baik dan mampu menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Dalam dialog tersebut, generasi muda juga menjadi perhatian khusus karena mereka merupakan bagian penting dari masa depan Kecamatan Medan Amplas. Perkembangan media sosial dan teknologi memberikan peluang besar bagi anak muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi, tetapi pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan yang membutuhkan pendampingan. Pemerintah, KUA, keluarga, dan lingkungan pendidikan diharapkan dapat bersama-sama memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang.
Menurut Zulfahmi, generasi muda harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan masyarakat. “Anak-anak muda jangan hanya kita posisikan sebagai objek pembangunan, tetapi harus kita libatkan sebagai bagian dari pembangunan. Berikan mereka ruang untuk berkreasi, berorganisasi, berolahraga, berkegiatan sosial dan mengembangkan potensi, sehingga energi mereka tersalurkan kepada hal-hal yang positif,” tuturnya.
Pada bagian akhir dialog, narasumber menyampaikan pesan kepada masyarakat Medan Amplas agar terus menjaga kebersamaan dan mengambil bagian dalam pembangunan lingkungan. Masyarakat diharapkan tidak hanya menunggu program pemerintah, tetapi turut berkontribusi melalui kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kerukunan, membantu sesama, serta mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.
H. Muhammad Lukman Hakim mengatakan bahwa KUA Medan Amplas akan terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembinaan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih luas. Menurutnya, Podcast IKMA Channel menjadi salah satu sarana untuk membuka ruang dialog dan menyampaikan edukasi yang relevan dengan kehidupan masyarakat. “Kami ingin KUA terus hadir di tengah masyarakat dengan berbagai cara, termasuk melalui media digital. Mudah-mudahan dialog seperti ini dapat memberikan pemahaman sekaligus menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membangun Medan Amplas yang harmonis, religius, dan berdaya,” pungkasnya.
Melalui episode ke-39 tersebut, Podcast IKMA Channel tidak hanya menjadi ruang berbincang, tetapi juga menjadi media edukasi publik yang membahas persoalan nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi pemerintahan dan KUA, penguatan kerukunan, ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, serta partisipasi masyarakat menjadi pesan utama yang disampaikan. Semangat tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kerja sama lintas sektor demi terwujudnya kehidupan masyarakat Medan Amplas yang semakin harmonis, religius, dan memiliki daya untuk menghadapi berbagai tantangan.

