Medan (Humas) — Pengharapan menjadi salah satu nilai penting yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan, khususnya ketika seseorang menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan, Daminta Berutu, dalam kegiatan bimbingan rohani di LKSA Oraet Labora, Jalan Danau Toba No. 4, Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Selasa (1/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Daminta mengangkat firman Tuhan dari Amsal 23:18 yang menegaskan bahwa masa depan sungguh ada dan harapan tidak akan hilang.
Melalui firman tersebut, Daminta mengajak peserta untuk memandang kehidupan dengan penuh keyakinan serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, kondisi yang dialami seseorang pada hari ini bukanlah gambaran akhir dari perjalanan hidup, sebab masih ada masa depan yang dapat diperjuangkan bersama Tuhan. Karena itu, setiap pribadi perlu memelihara iman, semangat, dan keyakinan bahwa selalu ada jalan untuk terus bertumbuh dan menjadi lebih baik. “Amsal 23:18 mengingatkan kita bahwa masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang. Karena itu, jangan pernah berhenti percaya kepada Tuhan sekalipun kita sedang menghadapi keadaan yang tidak mudah,” ujar Daminta.
Ia juga menjelaskan bahwa pengharapan kepada Tuhan harus disertai dengan kemauan untuk berusaha dan menjalani setiap proses kehidupan dengan sungguh-sungguh. Pengharapan bukan berarti hanya menunggu tanpa melakukan apa-apa, melainkan menjadi kekuatan untuk terus melangkah, belajar, memperbaiki diri, dan menghadapi tantangan dengan sikap positif. Daminta mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kegagalan atau keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. “Jangan melihat keadaan hari ini sebagai akhir dari semuanya, karena Tuhan masih menyediakan masa depan dan harapan bagi kita. Apa pun tantangan yang dihadapi, tetaplah berusaha dan percaya bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Daminta menekankan pentingnya membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, membaca serta merenungkan firman-Nya. Menurutnya, iman yang terus dipelihara akan membantu seseorang memiliki keteguhan hati ketika menghadapi persoalan. Doa juga menjadi sarana untuk menyerahkan berbagai kekhawatiran sekaligus memohon hikmat dan kekuatan dalam menentukan langkah kehidupan. “Ketika kita tetap berdoa, percaya, dan berusaha melakukan yang terbaik, kita sedang menunjukkan bahwa kita masih memiliki pengharapan kepada Tuhan. Jangan biarkan kekhawatiran mengambil alih kehidupan kita,” tuturnya.
Dalam bimbingan tersebut, Daminta turut mendorong peserta untuk memiliki cita-cita dan mempersiapkan masa depan sejak dini. Ia mengajak mereka untuk tekun belajar, mengembangkan kemampuan, menjaga pergaulan, serta membangun karakter yang baik sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa mendatang. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila disertai dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar. “Jangan takut bermimpi dan jangan berhenti memiliki cita-cita. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari persiapan untuk menyambut masa depan yang Tuhan telah sediakan,” katanya.
Selain memberikan pemahaman tentang pengharapan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pelayanan bimbingan dan pendampingan rohani. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat memberikan penguatan iman sekaligus membantu peserta memahami nilai-nilai kehidupan yang bersumber dari firman Tuhan. Pesan tentang pengharapan menjadi penting agar peserta tidak mudah kehilangan semangat ketika berhadapan dengan persoalan, melainkan mampu melihat setiap tantangan sebagai bagian dari proses pendewasaan diri.
Melalui bimbingan rohani tersebut, firman Tuhan dari Amsal 23:18 diharapkan tidak hanya dipahami sebagai sebuah pesan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengharapan kepada Tuhan perlu diwujudkan melalui iman yang teguh, doa, ketekunan, serta keberanian untuk terus berusaha dan mempersiapkan masa depan. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menjalani setiap proses kehidupan dengan hati yang lebih kuat, optimistis, dan penuh keyakinan bahwa bersama Tuhan selalu ada masa depan dan harapan.

