Medan (Humas) — Perkembangan era digital membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan dalam menjaga ketenangan hati dan kehidupan spiritual. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas, Dewi Anggraini, S.Ag., melalui bimbingan dan penyuluhan keagamaan dalam siaran Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Medan, Selasa (1/9/2026). Dalam siaran tersebut, Dewi mengangkat tema “Di Era Digital Pentingnya Menjaga Hati dengan Dzikrullah”. Melalui materi yang disampaikan, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan dzikrullah sebagai bagian penting dalam menjaga keteguhan iman dan ketenangan batin.
Dewi Anggraini menjelaskan bahwa derasnya arus informasi dan tingginya mobilitas masyarakat di era digital dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi hati dan pikiran. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi agar tidak mudah terbawa oleh hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan jiwa. “Di tengah derasnya arus informasi dan kesibukan di era digital, kita perlu menjaga hati dengan terus mengingat Allah melalui dzikrullah,” ujar Dewi. Selain itu, ia mengingatkan bahwa kebutuhan terhadap ketenangan batin perlu diimbangi dengan penguatan iman dan kedekatan kepada Allah SWT.
Sementara itu, Dewi menyampaikan bahwa dzikrullah tidak hanya dilakukan melalui ucapan, tetapi juga dapat diwujudkan dengan menghadirkan kesadaran kepada Allah dalam setiap aktivitas. Mengingat Allah secara konsisten dapat membantu seseorang mengendalikan diri dan menghadapi berbagai persoalan dengan lebih tenang. “Dzikrullah bukan hanya ucapan di lisan, tetapi bagaimana hati kita selalu mengingat Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar dalam menjalani kehidupan,” jelasnya. Dengan demikian, kebiasaan berzikir diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk ketika beraktivitas di ruang digital.
Senada dengan hal itu, Dewi mengajak masyarakat untuk menggunakan teknologi secara bijak dan tidak membiarkan berbagai informasi menguasai hati maupun pikiran. Menurutnya, media digital seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pengetahuan, memperluas wawasan, serta menyebarkan berbagai hal yang memberikan manfaat. “Kita harus bijak menggunakan teknologi, memilih informasi yang baik, dan tetap menyediakan waktu untuk berzikir serta mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya. Sikap tersebut menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat berjalan seiring dengan penguatan moral dan spiritual masyarakat.
Selain itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hasibuan, M.A., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penyuluhan keagamaan melalui siaran RRI Kota Medan. Menurutnya, penyuluhan melalui media penyiaran publik menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Penyuluhan melalui media seperti RRI merupakan bagian dari upaya KUA Medan Amplas untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih luas, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya. Sementara itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen KUA Medan Amplas dalam menjalankan penyuluhan berbasis program Medan Bergerak.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Amplas terus berupaya memberikan pencerahan keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pesan tentang pentingnya menjaga hati dengan dzikrullah diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap memperkuat hubungan dengan Allah SWT di tengah perkembangan teknologi. Pemanfaatan media penyiaran juga menjadi sarana strategis untuk memperluas jangkauan dakwah dan bimbingan keagamaan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menjalani kehidupan digital secara bijak dengan tetap menjaga ketenangan hati dan keteguhan iman.

