Hadir Menguatkan di Tengah Perawatan, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Layani Pasien San Pales Medical Center

Medan (Humas) — Pelayanan keagamaan menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit, termasuk pasien yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Hal tersebut diwujudkan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan melalui pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) kepada pasien di San Pales Medical Center, Kamis (3/9/2026). Kehadiran para penyuluh tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga menghadirkan penghiburan, perhatian, dan pengharapan bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi selama proses perawatan.

Pelayanan rohani diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Borong Sitepu. Doa dipanjatkan agar Tuhan memberikan kekuatan, ketenangan hati, kesehatan, serta pertolongan kepada pasien dalam menjalani pengobatan dan proses pemulihan. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para penyuluh juga memberikan perhatian secara langsung kepada pasien dan keluarga dengan menyampaikan kata-kata penguatan sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pasien merasakan bahwa mereka tidak menjalani proses perawatan seorang diri.

Penguatan rohani dalam pelayanan tersebut berlandaskan Firman Tuhan yang terdapat dalam Yeremia 17:14, yang berisi permohonan kepada Tuhan untuk memberikan kesembuhan dan keselamatan. Firman tersebut menjadi pengingat bahwa dalam kondisi sakit dan keterbatasan manusia, setiap pergumulan dapat disampaikan kepada Tuhan sebagai sumber pertolongan dan pengharapan. Mona Putri Sembiring, Debora Br. Pandia, Asima Manik, dan Pitri Sihotang turut mengambil bagian dalam memberikan doa serta pendampingan kepada pasien dan keluarga. Melalui pelayanan tersebut, pasien diajak untuk tetap memelihara iman, berserah kepada Tuhan, dan memiliki pengharapan selama menjalani proses pengobatan.

Sementara itu, pelayanan Bimroh dilanjutkan dengan konseling rohani yang dilaksanakan oleh Mateus Brian Purba. Konseling tersebut memberikan ruang bagi pasien untuk menyampaikan perasaan, kekhawatiran, maupun pergumulan yang dirasakan selama menjalani masa perawatan. Menurut Mateus, kondisi sakit sering kali tidak hanya membutuhkan penanganan secara medis, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi batin dan spiritual pasien. “Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan Firman Tuhan, tetapi juga untuk mendengar, mendampingi, dan menguatkan. Ketika seseorang sedang sakit, ia membutuhkan perhatian bukan hanya secara fisik, tetapi juga ketenangan hati dan kekuatan rohani,” ujarnya.

Mateus menambahkan, pendampingan rohani diharapkan dapat membantu pasien menghadapi proses pengobatan dengan hati yang lebih tenang dan tidak kehilangan pengharapan. Ia mengajak pasien untuk terus membangun komunikasi dengan Tuhan melalui doa serta menyerahkan setiap pergumulan kepada-Nya setelah melakukan ikhtiar terbaik dalam menjalani pengobatan. Menurutnya, pengharapan perlu terus dipelihara karena dapat menjadi kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan. “Kami berharap melalui doa dan pendampingan ini, pasien semakin dikuatkan, memiliki pengharapan, dan tetap percaya kepada penyertaan Tuhan dalam setiap proses yang sedang dijalani,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa tugas Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan tidak terbatas pada pelayanan di lingkungan rumah ibadah atau komunitas keagamaan, tetapi menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan dalam berbagai kondisi kehidupan. Kehadiran penyuluh di fasilitas kesehatan menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Melalui doa, pembacaan dan perenungan Firman Tuhan, serta konseling rohani, pasien dan keluarga mendapatkan ruang untuk memperoleh ketenangan sekaligus menguatkan kembali keyakinan mereka.

Pelayanan Bimroh di San Pales Medical Center berlangsung dengan penuh kepedulian dan kekeluargaan. Para penyuluh berharap penguatan yang diberikan dapat menjadi sumber ketenangan dan semangat bagi pasien maupun keluarga selama menjalani masa perawatan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan dalam menghadirkan pelayanan yang berlandaskan kasih, kepedulian, iman, dan pengharapan. Dengan pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan, penyuluh agama diharapkan terus hadir mendampingi masyarakat, termasuk mereka yang sedang menghadapi ujian sakit dan membutuhkan kekuatan rohani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *