Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Medan Perkuat Monitoring dan Sinergi Pembelajaran di Sekolah dan Paroki

Medan (Humas) – Pengawas Pendidikan Agama Katolik tingkat sekolah menengah dan atas Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Dewi Sartika Simbolon, M.Pd., melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMK Negeri 13 Medan, Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di sekolah yang beralamat di Jalan Seruwai, Jalan Dermaga Seruwai No. 257, Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pembelajaran sekaligus mengidentifikasi kebutuhan guru dalam memberikan pelayanan pendidikan agama kepada peserta didik.

Dalam kunjungan tersebut, Dewi Sartika Simbolon melakukan pemantauan serta berdiskusi dengan guru Pendidikan Agama Katolik mengenai berbagai aspek pembelajaran di sekolah. Pembahasan mencakup pelaksanaan proses pembelajaran, kebutuhan pembinaan guru, pengembangan kompetensi, serta upaya menghadirkan pembelajaran agama yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui monitoring secara langsung, pengawas dapat memberikan masukan dan pendampingan yang diperlukan agar guru semakin mampu melaksanakan tugas secara profesional.

Menurut Dewi, monitoring bukan hanya bertujuan untuk melihat pelaksanaan pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang membangun komunikasi dan menemukan solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi guru. Guru Pendidikan Agama Katolik memiliki peran penting dalam membantu peserta didik memahami nilai-nilai iman sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Monitoring ini merupakan bagian dari pembinaan. Kita ingin memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik, sekaligus mendengarkan kebutuhan guru sehingga dapat diberikan pendampingan yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Dewi.

Usai melaksanakan monitoring di sekolah, pada hari yang sama Dewi melanjutkan kunjungan ke Paroki Santo Konrad Martubung. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas koordinasi dan membangun sinergi antara lingkungan pendidikan formal dengan komunitas Gereja dalam mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Di Pastoran Paroki Santo Konrad Martubung, Jalan Pancing I No. 7, Martubung, Medan, Dewi melakukan sharing dan koordinasi bersama Pastor Paroki, Pastor Philipus Alex Sutanto, SVD, terkait rencana pelaksanaan pembelajaran agama Katolik di lingkungan paroki.

Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keterbukaan dan kebersamaan. Pastor Philipus Alex Sutanto, SVD, menyambut baik rencana penguatan pembelajaran tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap upaya meningkatkan pendampingan pendidikan agama Katolik di lingkungan paroki. Sinergi tersebut dinilai penting karena pembentukan karakter dan penguatan iman peserta didik membutuhkan dukungan yang berkesinambungan, baik melalui sekolah maupun lingkungan Gereja.

Dewi Sartika Simbolon mengatakan bahwa kerja sama antara sekolah, guru Pendidikan Agama Katolik, Kementerian Agama, dan paroki perlu terus diperkuat agar proses pembelajaran tidak berhenti pada aspek pengetahuan, tetapi juga menyentuh pembentukan karakter dan kehidupan iman peserta didik. Menurutnya, komunikasi yang baik antarpihak akan membantu menciptakan pola pendampingan yang lebih terarah dan berkelanjutan. “Kami berharap kolaborasi antara sekolah dan paroki dapat semakin diperkuat. Dengan sinergi yang baik, pembelajaran agama Katolik dapat berlangsung secara lebih optimal dan peserta didik mendapatkan pendampingan yang utuh, baik dalam aspek pengetahuan, iman, maupun pembentukan karakter,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa lingkungan sekolah dan paroki memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung pertumbuhan peserta didik. Sekolah menjadi ruang penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran, sementara paroki dapat memperkuat pengalaman iman serta nilai-nilai yang telah diterima peserta didik. Karena itu, koordinasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan kesinambungan antara pembelajaran di sekolah dengan kehidupan menggereja dan kehidupan sosial peserta didik.

Rangkaian monitoring dan kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kemenag Kota Medan dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak. Melalui monitoring, pembinaan, sharing, dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, guru diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang berkualitas dan kontekstual. Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan memberikan kontribusi terhadap pembentukan peserta didik yang memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, serta mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *