Bina Tahanan Polda Sumut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan Tekankan Ketaatan kepada Tuhan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan melaksanakan bimbingan penyuluhan kepada para tahanan di Polda Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat materi “Taat Kepada Tuhan meski tidak masuk akal” dengan berlandaskan Nats Yesaya 55:8-9. Bimbingan ini menjadi bagian dari upaya penyuluh agama dalam memberikan penguatan iman dan pendampingan rohani kepada para tahanan. Kegiatan diharapkan dapat membantu peserta menjalani proses kehidupan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keimanan.

Bertindak sebagai pembicara, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan, Otomosi Zebua, S.Th., menyampaikan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam memahami rencana Tuhan. Ia mengajak para tahanan untuk tetap percaya dan taat kepada Tuhan, termasuk ketika jalan yang dihadapi tidak sesuai dengan pemikiran manusia. “Apa yang Tuhan rencanakan tidak selalu dapat kita pahami dengan logika manusia, tetapi kita percaya bahwa jalan Tuhan lebih tinggi dari jalan kita,” ujar Otomosi. Menurutnya, ketaatan kepada Tuhan merupakan wujud kepercayaan bahwa setiap proses kehidupan berada dalam penyertaan-Nya.

Otomosi menjelaskan, Yesaya 55:8-9 mengingatkan bahwa pikiran dan jalan Tuhan jauh lebih tinggi daripada pikiran dan jalan manusia. Karena itu, keadaan sulit yang sedang dihadapi tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan harapan dan meninggalkan kepercayaannya kepada Tuhan. “Ketika keadaan terasa tidak masuk akal, justru di situlah iman dan ketaatan kita diuji untuk tetap percaya kepada Tuhan,” katanya. Ia menekankan bahwa setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Dalam bimbingan tersebut, para tahanan diajak untuk menjadikan masa yang sedang dijalani sebagai kesempatan melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Otomosi mendorong peserta untuk tidak hanya melihat keadaan dari keterbatasan manusia, tetapi juga meyakini adanya rencana Tuhan di balik setiap proses yang dijalani. “Jangan melihat kehidupan hanya dari apa yang sedang kita alami hari ini, tetapi percayalah bahwa Tuhan dapat memakai setiap proses untuk membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya. Pesan tersebut diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi para tahanan dalam menghadapi proses kehidupan yang sedang mereka jalani.

Selain penyampaian materi, kegiatan bimbingan penyuluhan juga diisi dengan pujian yang dipimpin oleh Hernawati Ginting, S.Th. Pujian menjadi bagian dari kegiatan rohani untuk membantu peserta menghayati pesan iman yang disampaikan selama bimbingan. Melalui suasana pembinaan yang penuh kekeluargaan, para peserta diajak untuk membuka hati, merenungkan firman Tuhan, dan membangun kembali pengharapan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat.

Bimbingan penyuluhan kepada para tahanan di Polda Sumatera Utara tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan iman dan pembentukan karakter peserta. Kemenag Kota Medan melalui Penyuluh Agama Kristen terus mendorong agar pembinaan keagamaan dapat menjadi sarana penguatan spiritual, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. “Kiranya setiap kita tetap memilih untuk taat dan percaya kepada Tuhan, sekalipun kita belum memahami seluruh rencana-Nya,” tutup Otomosi. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai keimanan diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bekal bagi para tahanan dalam menjalani kehidupan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *