Medan (Humas) — Dalam situasi penuh kekhawatiran ketika mendampingi anggota keluarga yang sedang menjalani perawatan, pengharapan menjadi kekuatan penting bagi orang tua pasien untuk tetap tegar. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan, Sadar Kurniawati, S.Th., saat melaksanakan giat pelayanan doa di Rumah Sakit Elisabeth, Jalan H. Misbah No. 7, JATI, Kecamatan Medan Maimun, Senin (7/9/2026). Pelayanan tersebut secara khusus ditujukan untuk memberikan penguatan kepada orang tua pasien agar mampu menghadapi kondisi yang sedang dialami dengan hati yang lebih tenang. Melalui doa dan penguatan rohani, orang tua diajak untuk tetap memelihara keyakinan serta menaruh pengharapan kepada Tuhan.
Sadar Kurniawati menyampaikan bahwa kondisi pasien sering kali turut memengaruhi kondisi emosional orang tua dan keluarga yang mendampingi. Rasa khawatir, takut, hingga munculnya kecenderungan menyalahkan diri sendiri merupakan hal yang dapat dirasakan ketika menghadapi situasi sulit. “Dalam kondisi seperti ini, orang tua perlu tetap memiliki pengharapan dan percaya bahwa Tuhan selalu hadir memberikan kekuatan dalam setiap keadaan,” ujar Sadar. Menurutnya, pengharapan dapat membantu orang tua untuk tetap kuat dan tidak larut dalam perasaan bersalah.
Selain itu, Sadar mengajak orang tua pasien untuk tidak terus-menerus mempertanyakan keadaan yang telah terjadi. Setiap proses yang sedang dijalani hendaknya dihadapi dengan doa, kesabaran, dan keyakinan bahwa Tuhan memiliki rencana dalam kehidupan setiap manusia. Ia menekankan bahwa keluarga perlu saling menguatkan agar suasana batin tetap terjaga selama mendampingi proses perawatan pasien. Dengan demikian, orang tua dapat memberikan dukungan yang lebih positif kepada anggota keluarga yang sedang membutuhkan perhatian.
Dalam pelayanan tersebut, doa menjadi bagian penting untuk menghadirkan ketenangan sekaligus menguatkan hati orang tua pasien. Sadar mengingatkan bahwa kekuatan rohani dapat menjadi sumber penghiburan ketika seseorang berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian. “Jangan kehilangan pengharapan, karena dalam setiap keadaan Tuhan tetap menyertai dan memberikan kekuatan,” jelasnya. Pesan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua untuk tetap percaya dan menjalani proses yang ada dengan penuh ketabahan.
Sementara itu, pelayanan Penyuluh Agama Kristen di rumah sakit menjadi bentuk kehadiran Kemenag Medan dalam memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh tidak hanya memberikan pelayanan doa, tetapi juga menghadirkan ruang bagi pasien dan keluarga untuk memperoleh penguatan secara rohani. Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi masa sulit dengan lebih tenang serta tetap menjaga semangat dan harapan. Oleh karena itu, pelayanan keagamaan di lingkungan rumah sakit memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat pada situasi yang membutuhkan dukungan spiritual.
Dengan adanya pelayanan tersebut, orang tua pasien diharapkan mampu mempertahankan pengharapan di tengah kondisi yang tidak mudah. Pengharapan menjadi bagian penting dalam menjaga keteguhan hati dan membantu keluarga tetap optimis dalam menjalani proses perawatan. Selain itu, dukungan rohani juga dapat memperkuat hubungan keluarga agar mampu menghadapi keadaan secara bersama-sama. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan diharapkan terus menjadi bagian dari upaya menghadirkan penguatan dan pelayanan keagamaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

