Medan (Humas) — Menanamkan nilai keagamaan dan karakter kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang berakhlak dan memiliki masa depan yang baik. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, Masdar Tambusai, S.Ag., saat menjadi Pembina Upacara di SMK Swasta Apipsu, Jalan Jambi No. 59, Kota Medan, Senin (7/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Masdar memberikan arahan kepada para siswa mengenai empat kunci yang perlu diterapkan untuk menjadi orang sukses. Keempat kunci tersebut yakni taat kepada perintah Allah, patuh kepada kedua orang tua, menghormati ibu, bapak dan guru, serta menyayangi teman.
Masdar menjelaskan bahwa kesuksesan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan landasan agama dan karakter yang baik. Menurutnya, ketaatan kepada Allah menjadi dasar utama bagi seseorang dalam menentukan sikap dan menjalani kehidupan. “Kunci pertama untuk menjadi orang sukses adalah taat kepada perintah Allah, karena dengan ketaatan kita memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan,” ujar Masdar. Oleh karena itu, para siswa diharapkan membiasakan diri menjalankan perintah Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Masdar menekankan pentingnya kepatuhan kepada kedua orang tua sebagai bentuk penghormatan atas kasih sayang dan pengorbanan yang telah diberikan. Ia mengingatkan bahwa orang tua memiliki peran besar dalam mendidik, membimbing, serta mendukung anak dalam meraih cita-cita. “Kunci kedua adalah patuh kepada kedua orang tua, karena doa dan ridha orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang anak menuju kesuksesan,” jelasnya. Sikap tersebut diharapkan dapat membentuk siswa menjadi pribadi yang rendah hati, bertanggung jawab, dan menghargai keluarga.
Sementara itu, kunci ketiga yang disampaikan Masdar adalah menghormati ibu, bapak, dan guru yang telah memberikan pendidikan serta bimbingan. Ia menyampaikan bahwa ilmu akan lebih bermanfaat apabila seorang siswa memiliki sikap hormat kepada orang yang memberikan ilmu dan nasihat. “Kunci ketiga adalah menghormati ibu, bapak dan guru, karena dari merekalah kita mendapatkan ilmu, nasihat dan bimbingan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya. Senada dengan hal itu, ia mengajak para siswa untuk menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat membangun karakter dan mengembangkan potensi diri.
Kunci keempat yang menjadi arahan Masdar adalah menyayangi teman dan membangun hubungan yang baik dengan sesama. Menurutnya, sikap saling menghargai dan menyayangi dapat menciptakan lingkungan pergaulan yang positif serta mendukung proses belajar siswa. “Kunci keempat adalah menyayangi teman, karena kita tidak bisa hidup sendiri dan harus saling menghargai serta membantu dalam kebaikan,” katanya. Dengan demikian, para siswa diharapkan mampu menjaga pergaulan, menghindari tindakan yang merugikan, serta membangun kebersamaan di lingkungan sekolah.
Melalui pembinaan tersebut, para siswa diharapkan dapat memahami bahwa kesuksesan perlu dibangun melalui keseimbangan antara keimanan, kepatuhan, penghormatan, dan kepedulian terhadap sesama. Empat kunci yang disampaikan dapat menjadi pedoman sederhana bagi siswa dalam menjalani kehidupan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Selain itu, penerapan nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berakhlak, berkarakter, dan bertanggung jawab. Kegiatan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan di lingkungan pendidikan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda.

