Pelantikan Pengurus LP3KD Kota Medan, Penyelenggara Agama Katolik Kemenag Medan Ambil Bagian Perkuat Pembinaan Pesparani

Medan (Humas) Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan mengambil bagian dalam kepengurusan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Medan periode 2025–2030. Keterlibatan tersebut ditandai dengan dilantiknya Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., selaku Sekretaris Umum LP3KD Kota Medan, bersama sejumlah penyuluh dan staf Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan dalam jajaran kepengurusan. Pelantikan berlangsung di Gedung Catholic Center, Jalan Mataram, Medan, Sabtu (5/9/2026).

Keterlibatan unsur Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pembinaan dan pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani). Kolaborasi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kota Medan, gereja, dan LP3KD diharapkan mampu menghadirkan pembinaan seni dan budaya Katolik yang lebih terarah, aktif, serta berkelanjutan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pelantikan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan LP3KD dan berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh semangat dan kebersamaan. Ia juga mendorong agar Pesparani tidak hanya dilaksanakan menjelang perlombaan tingkat provinsi maupun nasional, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda seni dan budaya yang dilaksanakan secara rutin di Kota Medan. “Selamat kepada seluruh pengurus LP3KD yang telah dilantik. Kami berharap LP3KD dapat bergerak semakin progresif dan menjadikan Pesparani bukan hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai kegiatan seni dan budaya yang dapat dilaksanakan secara rutin di Kota Medan,” ujar Rico Waas.

Rico Waas menilai potensi paduan suara dan seni yang dimiliki umat Katolik merupakan kekuatan yang perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan dapat melahirkan talenta-talenta yang mampu membawa nama baik Kota Medan hingga tingkat nasional. “Kita ingin memberikan ruang bagi para talenta seni untuk berkembang. Pesparani, paduan suara, maupun kegiatan seni lainnya dapat menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Medan sekaligus mempererat persaudaraan dan kerukunan masyarakat,” katanya.

Ketua Umum LP3KD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Medan terhadap LP3KD. Ia menegaskan bahwa kepengurusan periode 2025–2030 akan melakukan konsolidasi hingga tingkat paroki dan stasi serta membangun kerja sama dengan para pastor dan dewan paroki. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pembinaan dan meningkatkan keterlibatan umat dalam pengembangan Pesparani.

Sekretaris Umum LP3KD Kota Medan sekaligus Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Dr. Pinta Omastri Pandiangan, MSP., menegaskan bahwa keterlibatan Kementerian Agama dalam kepengurusan LP3KD merupakan bentuk komitmen untuk mendukung pembinaan seni, budaya, dan kehidupan keagamaan umat Katolik. “Kami berkomitmen membangun kolaborasi dan pembinaan yang berkelanjutan agar Pesparani semakin maju, tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai wadah pengembangan talenta dan persaudaraan umat,” ujar Pinta.

Selain Dr. Pinta Omastri Pandiangan, kepengurusan LP3KD Kota Medan juga diperkuat Agustina Simbolon, ST., MT., sebagai Bendahara Umum serta sejumlah anggota yang berasal dari unsur penyuluh dan staf Penyelenggara Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan. Dengan keterlibatan tersebut, sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kota Medan, gereja, dan LP3KD diharapkan semakin kuat dalam mengembangkan musik liturgi, paduan suara, seni dan budaya Katolik, sekaligus menjadikan Pesparani sebagai ruang kreativitas, pembinaan talenta, dan sarana memperkuat persaudaraan serta kerukunan masyarakat Kota Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *