Penyuluh KUA Medan Sunggal Hadir di RRI Pro 4 FM, Bahas Pahala Salat Berjamaah

Medan (Humas) – Salat berjamaah merupakan ibadah yang dikerjakan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih, dengan seorang imam yang memimpin dan makmum yang mengikutinya. Pentingnya salat berjamaah menjadi materi yang disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., dalam rekaman program Mutiara Sore RRI Pro 4 FM Medan, Kamis, 24 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di RRI Pro 4 FM Medan, Jalan Gatot Subroto Nomor 214, Kelurahan Sikambing C.II, Kota Medan.

Paidi menjelaskan bahwa perintah melaksanakan salat berjamaah memiliki dasar dari Al-Qur’an dan hadis. Salah satunya terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 43 yang memerintahkan umat Islam untuk mendirikan salat, menunaikan zakat, dan rukuk bersama orang-orang yang rukuk. Selain itu, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan salat berjamaah dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. “Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat,” ujar Paidi.

Menurut Paidi, terdapat sejumlah keutamaan yang dapat diperoleh seorang Muslim ketika melaksanakan salat berjamaah. Pertama, pahala salat berjamaah dilipatgandakan dibandingkan salat sendirian. Keutamaan tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk membiasakan diri melaksanakan salat bersama-sama di masjid maupun tempat yang memungkinkan untuk berjamaah.
“Keutamaan berikutnya adalah salat Isya berjamaah memiliki keutamaan seperti melaksanakan salat setengah malam, sedangkan salat Subuh berjamaah memiliki keutamaan seperti salat semalam penuh,” jelas Paidi. Ia menambahkan bahwa orang-orang yang berada di masjid dalam keadaan suci sambil menunggu salat berjamaah juga mendapatkan doa dari para malaikat agar diberikan ampunan dan rahmat oleh Allah SWT.

Paidi juga menjelaskan bahwa setiap langkah kaki menuju tempat salat berjamaah memiliki keutamaan. Setiap langkah yang ditempuh seorang Muslim menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah menjadi sebab dihapusnya satu kesalahan dan diangkatnya satu derajat di sisi Allah SWT. “Setiap langkah kaki menuju tempat salat berjamaah akan menghapuskan satu dosa dan mengangkat satu derajat di sisi Allah SWT,” tegasnya.

Lebih lanjut, Paidi menyampaikan bahwa salat berjamaah, khususnya salat Subuh dan Isya, dapat menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk melatih kedisiplinan dan melawan rasa malas dalam beribadah. “Salat berjamaah, khususnya Subuh dan Isya, menjadi pembeda dan pelindung seorang mukmin dari beratnya rasa malas yang merupakan salah satu ciri orang munafik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., memberikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan penyuluh yang memanfaatkan media radio sebagai sarana dakwah. Menurutnya, dakwah melalui radio mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas. “Tidak semua penyuluh memiliki potensi dan siap berani untuk tampil on air mengudara bersama RRI Pro 4 FM. Harapannya, dakwah melalui radio terus ditingkatkan karena umat masih mengharapkan ilmu dari para ulama,” ujar Agus Salim.

Kegiatan penyuluhan melalui media radio tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar KUA Medan Sunggal dalam memperluas jangkauan edukasi keagamaan, sehingga pesan tentang pentingnya salat berjamaah dapat diterima dan diamalkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *