Penyuluh KUA Medan Sunggal Berikan Bimbingan Rohani kepada Pasien Rehabilitasi NAPZA LRPPN

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., bersama Hermansyah, L.C., kembali melaksanakan bimbingan dan penyuluhan rohani bagi warga binaan rehabilitasi korban penyalahgunaan NAPZA di LRPPN BI Medan, Kamis (8/10/2026). Kegiatan berlangsung di lembaga rehabilitasi yang beralamat di Jalan Budi Luhur Gang PTP Nomor 8, Kelurahan Sei Sikambing C.II, Kota Medan, dengan mengangkat materi tentang menjaga amalan agar tetap istiqamah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Kegiatan bimbingan rohani tersebut ditujukan kepada warga binaan yang beragama Islam. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah di musala yang berada di lingkungan gedung LRPPN BI Medan. Salat berjamaah dipimpin oleh Hermansyah, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Paidi yang menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran para penyuluh agama Islam dalam memberikan pendampingan spiritual kepada pasien rehabilitasi.

Dalam penyampaian materi, Hermansyah menjelaskan bahwa menjaga istiqamah dalam beribadah membutuhkan niat yang kuat, usaha yang berkelanjutan, lingkungan pergaulan yang baik, serta doa kepada Allah SWT. Ia menguraikan empat amalan penting yang dapat diterapkan untuk mempertahankan ketaatan, yaitu menguatkan niat, memulai dari amalan-amalan kecil, berteman dengan orang-orang yang baik, dan senantiasa mengiringi setiap usaha dengan doa kepada Allah SWT.
“Untuk menjaga istiqamah dalam ketaatan kepada Allah SWT, kita harus memulainya dengan niat yang kuat. Tidak perlu menunggu untuk melakukan amalan besar, tetapi mulailah dari amalan kecil yang dapat dilakukan secara rutin. Selain itu, pilihlah teman yang baik dan jangan pernah berhenti berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada kita,” ujar Hermansyah dalam penyampaian materinya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan muhasabah atau introspeksi diri yang dipimpin oleh Paidi, S.Ag. Dalam sesi tersebut, warga binaan diajak berzikir bersama dengan mengagungkan nama Allah SWT dan melafalkan kalimat-kalimat zikir. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu warga binaan menenangkan hati, memperkuat kesadaran diri, serta membiasakan amalan zikir dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri.

Paidi menyampaikan bahwa muhasabah menjadi salah satu sarana untuk mengajak warga binaan mengevaluasi perjalanan hidup, menyadari kekurangan, dan menumbuhkan tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Melalui pendampingan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan, warga binaan diharapkan semakin termotivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membangun kebiasaan positif selama menjalani proses rehabilitasi.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh agama Islam yang terus memberikan pendampingan kepada warga binaan rehabilitasi. “Kehadiran penyuluh agama sangat dibutuhkan untuk memberikan motivasi, penguatan iman, dan pencerahan keagamaan kepada mereka. Kami berharap bimbingan ini dapat membantu warga binaan menguatkan tekad untuk pulih, mengatasi ketergantungan, dan mempersiapkan diri kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam KUA Medan Sunggal di LRPPN BI Medan merupakan bentuk kepedulian terhadap pemulihan spiritual warga binaan rehabilitasi NAPZA. Melalui salat berjamaah, penyampaian materi istiqamah, dan muhasabah diri, warga binaan diharapkan mampu memperkuat iman, menjaga konsistensi dalam beribadah, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani proses pemulihan dan membangun masa depan yang lebih baik. (Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *