Medan (Humas) –Kabar membanggakan datang dari MIN 5 Medan. Tim MIN 5 Medan berhasil meraih Juara I Lomba Berbalas Pantun Melayu dalam rangkaian kegiatan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026. Perlombaan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Lapangan Benteng, Kota Medan. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MIN 5 Medan sekaligus bukti bahwa guru dan siswa madrasah mampu berpartisipasi dan berprestasi dalam kegiatan pelestarian budaya daerah. Pengumuman pemenang disampaikan pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, yang menambah kebahagiaan tim dan seluruh keluarga besar madrasah.
Tim MIN 5 Medan yang mengikuti perlombaan ini terdiri atas tiga orang, yaitu Munawar Rahyudi sebagai guru, serta dua siswa, Rifqi Al Arkan dan Fariq Al Farizi. Ketiganya bekerja sama menampilkan kemampuan terbaik dalam berbalas pantun Melayu. Kolaborasi antara guru dan siswa tersebut menjadi gambaran semangat kebersamaan warga madrasah dalam mengikuti kegiatan positif di luar lingkungan sekolah. Dengan membawa nama MIN 5 Medan, tim ini berupaya menunjukkan kreativitas, kekompakan, serta kemampuan berbahasa yang santun dan menarik dalam kompetisi budaya tingkat Kota Medan.
Lomba Berbalas Pantun Melayu merupakan salah satu perlombaan yang diselenggarakan dalam rangka Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 oleh Pemerintah Kota Medan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pantun sebagai salah satu bentuk sastra lisan memiliki keunikan dalam susunan kata, rima, pesan, serta unsur humor yang menghibur. Melalui perlombaan ini, masyarakat diajak untuk semakin mengenal tradisi Melayu dan menumbuhkan kepedulian terhadap keberlangsungan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Kompetisi tersebut diikuti oleh 20 tim dengan jumlah keseluruhan 60 peserta. Setiap tim terdiri atas tiga orang yang harus menunjukkan kemampuan bekerja sama dalam menyampaikan pantun. Persaingan berlangsung dengan mengandalkan kreativitas, kecerdasan merangkai kata, ketepatan menjawab pantun lawan, serta spontanitas dalam memberikan tanggapan. Setiap peserta dituntut untuk memahami isi pantun yang disampaikan lawan dan memberikan balasan yang sesuai, menarik, serta tetap mengedepankan kesantunan. Tantangan inilah yang menjadikan lomba berbalas pantun sebagai ajang yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir dan berkomunikasi.
Dalam perlombaan tersebut, tim MIN 5 Medan menunjukkan kerja sama yang baik dalam menjalankan setiap kesempatan berbalas pantun. Ketiga anggota tim saling mendukung untuk menyampaikan pantun dengan memperhatikan isi, rima, dan kesesuaian tanggapan. Kemampuan merangkai kata secara spontan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh peserta. Melalui persiapan dan kerja sama tim, MIN 5 Medan mampu memberikan penampilan yang mengantarkan mereka meraih posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut. Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat menjadi ruang bagi guru dan siswa untuk mengembangkan potensi secara bersama-sama.
Prestasi Juara I yang diraih MIN 5 Medan menjadi pencapaian yang membanggakan, terutama karena perlombaan tersebut melibatkan peserta dari berbagai tim. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan bakat dan minat, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Selain itu, prestasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna. Melalui pantun, siswa dapat belajar menggunakan bahasa dengan baik, menyampaikan gagasan secara kreatif, menghargai lawan bicara, serta menjaga sikap sportif dalam sebuah kompetisi.
Kepala MIN 5 Medan, Sri Darmawati, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas keberhasilan tim MIN 5 Medan meraih Juara I. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari semangat, kerja sama, dan kemauan untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia juga menegaskan bahwa madrasah senantiasa mendukung keterlibatan guru dan siswa dalam berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman positif. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi Juara I yang diraih tim MIN 5 Medan. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa dan guru untuk terus berprestasi, mengembangkan kreativitas, serta mencintai dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sri Darmawati berharap prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi dorongan untuk meningkatkan semangat belajar dan berkarya di lingkungan madrasah. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga perlu memberikan ruang bagi pengembangan karakter, kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap budaya. Kegiatan seperti lomba berbalas pantun dapat menanamkan nilai kesantunan, sportivitas, kebersamaan, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya madrasah dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial serta budaya.
Pengumuman kemenangan pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, menjadi momen yang membahagiakan bagi tim MIN 5 Medan. Keberhasilan meraih Juara I dalam Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan diri para peserta untuk mengikuti kegiatan serupa pada masa mendatang. Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar berani mencoba, terus berlatih, dan tidak ragu menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Dukungan dari pihak madrasah, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi bagian penting dalam menumbuhkan lingkungan pendidikan yang mendorong lahirnya prestasi dan kreativitas.
Keberhasilan MIN 5 Medan meraih Juara I Lomba Berbalas Pantun Melayu menjadi bukti bahwa madrasah dapat mengambil peran aktif dalam pelestarian budaya sekaligus mengembangkan prestasi peserta didik. Melalui partisipasi Munawar Rahyudi, Rifqi Al Arkan, dan Fariq Al Farizi, MIN 5 Medan turut menunjukkan bahwa tradisi Melayu tetap relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda. Keluarga besar MIN 5 Medan berharap pencapaian ini menjadi langkah awal bagi prestasi-prestasi berikutnya serta memperkuat semangat untuk terus berkarya. Dengan mengusung semangat “Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya,” prestasi ini menjadi pengingat bahwa mencintai budaya merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan bangga terhadap warisan bangsa.

