Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni, mendampingi para katekumen Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal dalam pendalaman materi Syahadat Para Rasul pada Minggu (18/10/2026), pukul 08.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Aula Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Pendampingan ini merupakan bagian dari pembinaan iman bagi para katekumen yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi anggota Gereja Katolik.
Dalam pendampingan tersebut, Roni mengajak para katekumen untuk mengenal dan memahami Syahadat Para Rasul sebagai salah satu dasar utama iman Katolik. Para peserta dibimbing untuk memahami bahwa iman tidak hanya sebatas pengetahuan atau hafalan doa, tetapi juga perlu dihayati dan diwujudkan melalui sikap serta tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pendalaman menjelaskan pokok-pokok pengakuan iman Katolik, mulai dari iman kepada Allah Bapa sebagai Pencipta, Yesus Kristus sebagai Putra Allah dan Juru Selamat, hingga Roh Kudus yang berkarya dalam kehidupan umat beriman. Selain itu, para katekumen juga mempelajari makna iman akan Gereja Katolik, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal sebagai bagian penting dalam penghayatan iman Kristiani.
Roni menyampaikan bahwa pemahaman terhadap Syahadat Para Rasul sangat penting bagi para katekumen sebagai bekal dalam perjalanan iman mereka. “Saya berharap para katekumen tidak hanya mampu menghafal Syahadat Para Rasul, tetapi juga memahami maknanya, menghayatinya dengan sungguh-sungguh, serta menerapkan nilai-nilai iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui pendalaman ini, para katekumen diberikan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan iman, mengajukan pertanyaan, dan merefleksikan hubungan antara ajaran Gereja dengan kehidupan keluarga maupun masyarakat. Pemahaman tersebut diharapkan membantu mereka semakin mengenal Allah, memperteguh iman kepada Yesus Kristus, serta membangun komitmen untuk hidup dalam kasih, persaudaraan, dan tuntunan Roh Kudus.
Pendampingan katekumen ini menjadi bagian dari upaya pembinaan iman yang berkelanjutan di Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal. Dengan memahami Syahadat Para Rasul secara lebih mendalam, para katekumen diharapkan semakin mantap mempersiapkan diri menjadi anggota Gereja Katolik, berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja, serta menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga dan masyarakat.

