Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Protestan Kembali Berikan Penyuluhan kepada Lansia di Yayasan Guna Budi Bakti Medan

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Protestan kembali mengadakan kegiatan penyuluhan keagamaan bagi para lanjut usia (lansia) di Panti Jompo Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso Km. 16 No. 14, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan pelayanan rohani kepada para lansia agar tetap memiliki semangat iman, pengharapan, dan kasih dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Penyuluhan tersebut melibatkan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, yakni Marulam Nainggolan, Demaran Sigiro, Zetra Hail Saragih, dan Leonhard Hutagalung, bersama Penyuluh Agama Kristen Protestan, yaitu Maruli Siburian, Tiurma Butar-Butar, Natalina Hutagalung, dan Torang Berutu. Kehadiran para penyuluh lintas agama ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam memberikan pendampingan rohani serta perhatian kepada para lansia.

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk ibadat bersama dengan mengangkat tema “Hidup Bijak di Hari Tua: Memberi Kasih dari Apa yang Kita Miliki.” Dalam ibadat tersebut, Torang Berutu bertugas membawakan doa, sedangkan Marulam Nainggolan menyampaikan renungan. Suasana ibadat diharapkan dapat membantu para lansia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta menemukan kekuatan rohani dalam menjalani masa tua.

Renungan yang disampaikan Marulam berlandaskan Injil Lukas 12:39–48, yang mengajak umat untuk senantiasa berjaga-jaga, setia, dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan Tuhan. Pesan Injil tersebut dikaitkan dengan kehidupan para lansia, bahwa kebijaksanaan tidak hanya terlihat dari usia, tetapi juga dari kesetiaan dalam iman, ketulusan hati, serta kesediaan untuk tetap mengasihi sesama dalam berbagai keadaan.

Marulam Nainggolan menyampaikan bahwa kasih tetap dapat diberikan dalam berbagai bentuk, sekalipun seseorang telah memasuki usia lanjut. “Di hari tua, kita tetap dapat menjadi berkat bagi sesama melalui doa, perhatian, nasihat, dan kasih yang tulus. Tuhan menghendaki kita setia menggunakan apa yang kita miliki untuk membawa kebaikan bagi orang lain,” ungkapnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa setiap orang tetap memiliki peran dan nilai dalam kehidupan bersama.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, para penyuluh berharap agar para lansia di Yayasan Guna Budi Bakti semakin dikuatkan dalam iman, memperoleh penghiburan rohani, dan tetap merasakan kasih serta perhatian dari sesama. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelayanan penyuluh agama dalam mendampingi umat, sekaligus mempererat kerja sama antara Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Protestan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang penuh kepedulian dan kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *