Medan (Humas) – Penyuluh Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana, memberikan pembinaan kepada siswa tingkat SMP di Sekolah Minggu Buddha (SMB) Prasadha Jinadhammo Mahathera pada Minggu (1/11/2026) dengan materi tentang makna berdana pada Hari Kathina. Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada generasi muda mengenai praktik kemurahan hati dalam ajaran Buddha. Melalui pembinaan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa berdana bukan hanya berkaitan dengan pemberian materi, tetapi juga mencerminkan ketulusan dan kepedulian. Pembiasaan nilai-nilai kebajikan sejak usia dini diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama.
Dalam pembinaan tersebut, siswa diperkenalkan dengan Hari Kathina sebagai salah satu momentum penting bagi umat Buddha untuk mempraktikkan kebajikan melalui pemberian dana kepada Sangha. Berdana merupakan salah satu bentuk latihan batin untuk mengembangkan kemurahan hati dan mengurangi keserakahan. Selain itu, praktik berdana juga mengajarkan pentingnya berbagi serta memperhatikan kebutuhan orang lain. Dengan memahami makna tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya mengenal tradisi Hari Kathina, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Ari Suryana menjelaskan bahwa praktik berdana dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing. Para remaja dapat memulainya dengan membantu keluarga, berbagi dengan teman, hingga menyisihkan sebagian uang saku untuk kegiatan kebajikan. Sementara itu, ketulusan dalam memberi menjadi hal utama yang perlu ditanamkan dalam setiap praktik berdana. Dengan demikian, kebiasaan berbagi tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan bagian dari pembentukan sikap dan perilaku sehari-hari.
Dalam penyampaian materinya, Ari Suryana menekankan bahwa nilai kebajikan dalam berdana tidak semata-mata diukur dari besar kecilnya pemberian. Niat yang tulus dan keikhlasan dalam membantu orang lain menjadi bagian penting dari praktik tersebut. “Kami berharap para siswa dapat memahami bahwa berdana bukan hanya tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang ketulusan hati dan kemauan untuk berbagi dengan sesama,” ungkap Ari Suryana. Ia juga mengajak para siswa untuk mulai membiasakan perbuatan baik dari lingkungan terdekat.
Senada dengan hal itu, momentum Hari Kathina menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai Dhamma. Pembelajaran mengenai berdana diharapkan dapat menumbuhkan sikap rendah hati, mengurangi keegoisan, serta meningkatkan kepedulian sosial. Selain itu, pemahaman keagamaan yang disertai praktik nyata akan membantu generasi muda menjadikan ajaran Buddha sebagai pedoman dalam bertindak. Melalui pembinaan ini, para siswa memperoleh penguatan bahwa kebajikan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus.
Pembinaan di SMB Prasadha Jinadhammo Mahathera ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Buddha Kemenag Kota Medan dalam memberikan pendidikan dan pendampingan keagamaan kepada generasi muda. Penanaman nilai kemurahan hati sejak dini diharapkan dapat membentuk pribadi yang bijaksana, peduli, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui peringatan Hari Kathina, para siswa juga diharapkan semakin memahami pentingnya mengembangkan kebajikan dalam kehidupan. Dengan demikian, nilai-nilai Dhamma tidak hanya dipelajari, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.

