Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Area, Ikhwan, S.H.I., menyampaikan kuliah subuh di Masjid Ar Razzaq, Perumahan Taman Alamanda, Medan, Ahad (1/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak jamaah untuk membiasakan berbagai amalan sederhana yang memiliki nilai pahala besar apabila dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah. Tausiyah yang mengangkat tema “7 Amalan Sederhana, Pahala Luar Biasa” ini mengingatkan bahwa mendekatkan diri kepada Allah Swt. tidak selalu harus dimulai dengan ibadah yang besar. Kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang lebih berkah.
Dalam penyampaiannya, Ikhwan menguraikan tujuh amalan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yakni membasahi lisan dengan zikir, bersahabat dengan Al-Qur’an, bersedekah sesuai kemampuan, menjaga lisan dan menebarkan kebaikan, berbakti serta membantu sesama, memperbanyak istighfar dan tobat, serta mensyukuri nikmat meskipun sederhana. Menurutnya, amalan-amalan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus menunggu memiliki banyak harta, waktu luang yang panjang, ataupun keadaan yang serba berkecukupan. Setiap Muslim memiliki kesempatan untuk berbuat baik sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Hal terpenting adalah kemauan untuk terus memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah Swt.
“Jangan pernah meremehkan amalan kecil. Membiasakan zikir, membaca Al-Qur’an, bersedekah semampunya, menjaga lisan, membantu orang lain, memperbanyak istighfar, dan bersyukur atas nikmat Allah merupakan amalan yang dapat kita lakukan setiap hari. Kuncinya adalah ikhlas dan istiqamah,” ungkap Ikhwan dalam tausiyahnya. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan baik yang terus dipelihara akan membentuk pribadi yang lebih dekat kepada Allah dan peduli terhadap sesama. Selain itu, amalan sederhana dapat menjadi sarana melatih kepekaan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ibadah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga tercermin melalui perilaku dan akhlak.
Lebih lanjut, Ikhwan mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga keseimbangan hubungan dengan Allah Swt. melalui ibadah dan hubungan dengan sesama manusia melalui akhlak yang baik. Menurutnya, kesalehan tidak hanya tercermin dari pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga dari sikap, perkataan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain. Ucapan yang baik, nasihat yang menyejukkan, serta kesediaan membantu sesama merupakan bentuk kebaikan yang dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tentang istiqamah tersebut sejalan dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surah Fussilat ayat 30 yang menjelaskan keutamaan orang-orang yang meneguhkan keimanan dan tetap istiqamah. Selain itu, dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah saw. mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Kedua pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas ibadah tidak hanya dilihat dari banyaknya amalan, tetapi juga dari ketulusan dan konsistensi dalam menjalankannya. Karena itu, jamaah diajak untuk tidak mudah meninggalkan kebiasaan baik yang telah dimulai.
Menutup tausiyahnya, Ikhwan mengajak jamaah menjadikan kuliah subuh sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah dan membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap setiap jamaah dapat mulai menerapkan tujuh amalan tersebut dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. “Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk berbuat baik. Mulailah dari hal sederhana, lakukan dengan ikhlas, dan pertahankan secara istiqamah. Semoga setiap amalan yang kita lakukan menjadi jalan untuk meraih rida Allah Swt. dan keberkahan dalam kehidupan,” tutupnya.
Melalui kegiatan kuliah subuh ini, peran Penyuluh Agama Islam diharapkan semakin dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga dalam mendorong terbentuknya kebiasaan baik dan penguatan akhlak umat. Pesan tentang tujuh amalan sederhana menjadi pengingat bahwa kesempatan berbuat kebaikan selalu terbuka dalam setiap keadaan. Dengan membiasakan amalan secara ikhlas dan istiqamah, jamaah diharapkan semakin termotivasi meningkatkan keimanan serta menghadirkan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
