Tiga Tahun Berjalan, Pelayanan Rohani Kemenag Medan di RS Mitra Sejati Terus Ditingkatkan

Medan (Humas) – Kerja sama antara Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kota Medan dengan Rumah Sakit Mitra Sejati telah terjalin sejak Oktober 2022 dan terus berlanjut hingga tahun ini. Selama lebih dari tiga tahun, kolaborasi ini menjadi wadah pelayanan rohani bagi pasien dan keluarga yang dirawat di rumah sakit yang beralamat di Jl. A.H. Nasution No. 7, Kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, yang juga menjadi rujukan pasien dari berbagai daerah.

Memasuki tahun pelayanan 2025–2026, kegiatan bimbingan rohani di RS Mitra Sejati dijadwalkan berlangsung tiga kali dalam sepekan, yaitu setiap Selasa, Rabu, dan Jumat. Pada kesempatan hari ini, Penyuluh Agama Kristen Dameriana Siahaan, M.Th, bersama tim, memberikan pelayanan rohani khusus kepada pasien dan keluarganya.

Dalam bimbingannya, Dameriana mengutip teks Alkitab dari Yakobus 5:16b, “Doa orang benar sangat besar kuasanya.” Ia menjelaskan bahwa orang benar menurut Alkitab bukanlah orang kaya, bukan pula orang berkuasa atau pejabat, melainkan mereka yang hidup dalam didikan dan takut akan Tuhan Allah.

‘’Pelayanan rohani ini bertujuan untuk kesembuhan holistik, dari sisi spiritual dan keimanan. Dengan selalu percaya bahwa Allah adalah Maha Penyembuh dan tabib yang sejati’’, ujar Dameriana.

Kegiatan pelayanan rohani ini dilaksanakan melalui pendekatan konseling dan dialog singkat, kemudian diakhiri dengan doa bersama. Pasien yang didampingi kali ini adalah dua ibu yang baru melahirkan, di mana bayi mereka masih dirawat di ruang inkubator karena gangguan pernapasan. Dameriana menyampaikan harapannya agar orang tua muda dapat membesarkan anak-anaknya sesuai ajaran agama.

“Kami berharap para orang tua, khususnya yang baru dikaruniai anak, dapat menanamkan nilai-nilai iman sejak dini. Itu menjadi pondasi utama untuk membentuk karakter dan kehidupan yang kuat serta penuh kasih,” tutupnya.

Selain memberikan penguatan rohani, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pihak Kementerian Agama dan manajemen rumah sakit. Melalui komunikasi yang baik, diharapkan pelayanan spiritual dapat menjadi bagian penting dalam sistem pendampingan pasien di RS Mitra Sejati. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih dalam dunia kesehatan.

Dameriana menambahkan, pihaknya akan terus berinovasi dalam metode pelayanan agar lebih relevan dengan kebutuhan pasien. Ia menilai bahwa setiap pasien memiliki latar belakang dan kondisi emosional yang berbeda, sehingga pendekatan yang diberikan pun harus disesuaikan agar pelayanan rohani dapat benar-benar menyentuh hati dan memberikan kekuatan batin.

“ Kami berusaha menyesuaikan pendekatan dengan kondisi dan latar belakang pasien. Ada yang lebih membutuhkan doa, ada juga yang butuh didengarkan keluh kesahnya. Semua itu bagian dari tugas kami sebagai pelayan Tuhan,” ungkapnya.

Ke depan, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Medan berencana memperluas jangkauan pelayanan ke rumah sakit lain di wilayah Kota Medan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran penyuluh agama sebagai pendamping spiritual masyarakat yang tengah menghadapi ujian kehidupan.

“Kami ingin kehadiran penyuluh bisa dirasakan lebih luas, menjadi penghiburan dan sumber pengharapan bagi banyak orang,” pungkas Dameriana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *