Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA mengikuti kegiatan Zoom Meeting Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilaksanakan secara daring, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Kementerian Agama kabupaten/kota se-Provinsi Sumatera Utara sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan publik yang inklusif, adil, dan berbasis nilai kemanusiaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dalam rangka menindaklanjuti permohonan peserta kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi instansi pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Mengusung tema “Pelayanan Publik Berbasis HAM: Dari Administrasi ke Empati”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan pemahaman bagi aparatur pemerintah agar mampu menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga mengedepankan nilai empati dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan penguatan terkait implementasi prinsip-prinsip HAM dalam pelayanan publik, pentingnya pelayanan yang ramah kelompok rentan, serta penguatan budaya kerja yang humanis di lingkungan instansi pemerintah.
Menanggapi kegiatan tersebut, Impun Siregar menegaskan bahwa pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama harus terus bertransformasi menjadi pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga mampu menghadirkan rasa nyaman, keadilan, dan penghargaan terhadap setiap masyarakat yang dilayani.
“Pelayanan publik hari ini tidak cukup hanya berorientasi pada administrasi dan prosedur semata, tetapi juga harus menghadirkan empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap hak asasi setiap masyarakat. Inilah esensi pelayanan berbasis HAM yang harus terus kita bangun,” ujar Impun Siregar.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas HAM menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi birokrasi dan pembangunan zona integritas di lingkungan Kementerian Agama.
“Kementerian Agama harus menjadi contoh dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, ramah, dan tidak diskriminatif. Masyarakat harus merasakan bahwa negara hadir melalui pelayanan yang humanis dan penuh kepedulian,” tambahnya.
Selain sebagai sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi forum berbagi pengalaman antar satuan kerja dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan terkait tantangan dan strategi implementasi pelayanan berbasis HAM di lapangan.
Kegiatan yang diikuti seluruh perwakilan Kemenag kabupaten/kota se-Sumatera Utara tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen aparatur Kementerian Agama dalam membangun budaya pelayanan publik yang profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

