Kemenag Berdampak: PAI Medan Marelan Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Eco Enzyme

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada dakwah, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan. Peran tersebut terlihat dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI) Sumatera Utara pada 22–23 November 2025 di Wisma Pertanian, Jl. A.H. Nasution, Medan.

Bimtek bertema “Penyusunan Naskah Ekoteologi bagi Penyuluh Agama, Pelatihan Konten Kreator, Eco Enzyme, dan Budidaya Maggot” ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah materi penting yang dirancang untuk memperkuat kapasitas penyuluh dalam berbagai bidang, mulai dari pemahaman ekoteologi hingga pemanfaatan teknologi digital.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pelatihan pembuatan Eco Enzyme. Sesi ini diisi oleh Hj. Nunung Ismayanti, MA., Penyuluh Agama Islam dari Kecamatan Medan Marelan yang juga merupakan Pengurus RDEE Medan–Deli Serdang. Dalam penyampaiannya, Hj. Nunung menekankan bahwa merawat lingkungan merupakan bagian integral dari ajaran agama yang harus terus digaungkan kepada masyarakat. “Melalui Eco Enzyme, kita tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Ini bukti nyata bagaimana Penyuluh Agama mewujudkan Kemenag Berdampak melalui aksi yang sejalan dengan prinsip ekoteologi,” ujarnya.

Selain membahas Eco Enzyme, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman penyuluh mengenai konsep ekoteologi sebagai dasar penguatan narasi dakwah berwawasan lingkungan. Para peserta mendapatkan penguatan keterampilan dalam memproduksi konten dakwah digital serta wawasan mengenai budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan peluang ekonomi berkelanjutan. Seluruh materi dirancang agar penyuluh mampu mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan tugas mereka di tengah berbagai isu sosial dan lingkungan.

Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa penyuluh memiliki peran penting dalam membawa perubahan di tengah masyarakat. “Saya mengapresiasi PW IPARI Sumut atas inisiatif luar biasa ini. Penyuluh Agama harus menjadi garda terdepan, tidak hanya dalam urusan ibadah, tetapi juga pada isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Inilah implementasi nyata dari Kemenag Berdampak,” tegasnya.

Melalui Bimtek ini, PAI diharapkan semakin mampu memperluas perannya sebagai pendidik masyarakat yang tidak hanya fasih berdakwah, tetapi juga kreatif, inovatif, dan peduli terhadap kelestarian alam. Ekoteologi pun menjadi salah satu pilar penting yang terus diperkuat sebagai bagian dari tugas penyuluh dalam menjawab tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *